Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Represi Akademik Donald Trump Merambah ke Universitas Harvard

POROS PERLAWANAN – Dalam lanjutan represi besar-besaran terhadap pendukung Palestina oleh pemerintahan Donald Trump, Universitas Harvard dikabarkan memberhentikan sejumlah pejabat Pusat Studi Timur Tengah dengan alasan anti-Semitisme.

Menurut laporan sejumlah media, beberapa pejabat fakultas di Pusat Studi Timur Tengah Universitas Harvard (CMES) telah dicopot dari jabatan mereka.

Berdasarkan laporan kantor berita Anatolia pada Sabtu (29/3), yang dikutip oleh The Harvard Crimson, Direktur CMES sekaligus profesor studi Turki, Cemal Kafadar, serta profesor sejarah Rosie Bsheer, dipaksa mengundurkan diri dari posisi mereka.

Meski demikian, Kafadar dan Bsheer tetap melanjutkan aktivitas akademik mereka sebagai anggota fakultas. Pusat Studi Timur Tengah belakangan ini mendapat kritik luas, dengan tuduhan bahwa lembaga tersebut menyelenggarakan program-program yang dianggap anti-Semit serta tidak menyajikan perspektif yang berpihak pada rezim Zionis.

Sebagai respons terhadap kritik tersebut, pihak berwenang Harvard berusaha menjauhkan diri dari beberapa program akademik yang dianggap pro-Palestina dan kritis terhadap Israel.

Kontroversi ini mencuat di tengah tekanan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang menekan universitas-universitas agar merevisi atau bahkan menutup program-program yang dianggap terlalu kritis terhadap rezim Zionis. Sejumlah lembaga akademik lain juga mulai melakukan penyesuaian sebagai bentuk respons terhadap tekanan tersebut.

Sebelumnya, Asosiasi Alumni Yahudi Harvard menuduh Pusat Studi Timur Tengah menggambarkan Israel sebagai negara kolonial yang terlibat dalam rasisme, apartheid, dan genosida. Sementara itu, Cemal Kafadar sendiri dituduh memiliki pandangan yang pro-Palestina.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *