Pesawat Pembom Strategis B-2 Amerika Gagal Total Hancurkan Kompleks Rudal Ansharullah
POROS PERLAWANAN – Sebuah laporan media Amerika Serikat mengungkapkan bahwa serangan udara militer AS dengan pesawat pembom strategis B-2 yang ditujukan untuk menghancurkan fasilitas rudal bawah tanah milik Ansharullah di Yaman mengalami kegagalan total.
Menurut laporan The Wall Street Journal pada Selasa 1 April, pesawat pembom siluman B-2 Spirit yang dilengkapi dengan bom penghancur bunker gagal memberikan dampak signifikan terhadap kompleks rudal bawah tanah tersebut. Berdasarkan analisis citra satelit, serangan tersebut terbukti tidak efektif karena tidak berhasil menghancurkan fasilitas yang dimaksud. Laporan itu juga mencatat bahwa pembangunan kembali pintu masuk di lokasi yang menjadi target serangan menunjukkan kompleks tersebut tetap berfungsi tanpa mengalami kerusakan berarti.
Sebagai bagian dari operasinya di Yaman, Amerika Serikat telah mengerahkan sejumlah pesawat pembom siluman jarak jauh—yang dikembangkan oleh Northrop Grumman untuk Angkatan Udara AS dan mampu membawa senjata konvensional maupun nuklir—ke sebuah pangkalan militer di Samudra Hindia guna mendukung serangan udara terhadap kelompok Ansharullah.
Lebih lanjut, The Wall Street Journal menyoroti bahwa AS tampaknya telah mengerahkan salah satu sistem senjata udara terkuatnya dalam operasi ini, termasuk pembom B-2 serta bom GBU-57, yang merupakan bom penghancur bunker paling canggih dalam arsenal AS. Namun, upaya tersebut gagal dan tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Kegagalan ini semakin memperjelas ketidakmampuan AS dalam menetralkan ancaman dari Kelompok Perlawanan Ansharullah, baik di darat maupun dalam pertempuran di perairan regional.
