PBB: Israel Sengaja Gunakan Kelaparan di Gaza sebagai Senjata
POROS PERLAWANAN – Komisioner Tinggi HAM PBB menyatakan bahwa rezim Zionis terus membombardir kamp-kamp pengungsi di Jalur Gaza, dan tidak ada lagi tempat yang benar-benar aman di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis malam 3 April waktu setempat.
Komisioner Tinggi HAM PBB, Volker Türk, dalam keterangannya pada Kamis malam menegaskan: “Militer Israel secara berulang melancarkan serangan terhadap kamp-kamp pengungsi, dan tidak ada lagi lokasi yang aman di seluruh Jalur Gaza.”
Dalam pidatonya di hadapan Dewan Keamanan PBB, Türk menjelaskan: “Kami sangat prihatin dengan retorika provokatif dari pejabat tinggi Israel yang mengarah pada upaya aneksasi, pemecahan wilayah, serta pemindahan paksa warga Gaza ke luar kawasan.”
Seperti dilaporkan Anadolu Agency pada Jumat 4 April, ia menekankan: “Resolusi 2735 Dewan Keamanan PBB yang dikeluarkan pada Juni lalu dengan tegas menolak segala bentuk perubahan demografis maupun teritorial di Jalur Gaza.”
Pejabat PBB ini menambahkan: “Harus segera dilakukan investigasi independen yang menyeluruh terkait pembantaian terhadap warga Gaza, dan para pelaku wajib mempertanggungjawabkan setiap pelanggaran hukum internasional yang terjadi.”
Menurut laporan tersebut, Türk secara tegas menyatakan kepada para anggota DK PBB: “Perintah Israel untuk mengosongkan berbagai kawasan di Gaza sama sekali tidak sejalan dengan kewajiban hukum kemanusiaan internasional.”
Lebih lanjut, ia memperingatkan: “Wacana tentang aneksasi, pemecahan wilayah, dan pemindahan paksa penduduk Gaza menimbulkan kekhawatiran serius akan terjadinya kejahatan internasional.”
Komisioner Tinggi HAM PBB menegaskan: “Pembicaraan mengenai aneksasi Gaza jelas bertentangan dengan prinsip mendasar hukum internasional yang melarang pendudukan wilayah melalui kekerasan.”
“Ekspansi permukiman Israel terus berlanjut, sementara para menteri Zionis secara terbuka menyerukan penguatan kendali atas wilayah-wilayah pendudukan.”
Ia juga menyatakan, “Pengepungan Gaza merupakan bentuk hukuman kolektif, dan sangat mungkin, Israel sengaja menggunakan kelaparan sebagai taktik perang.”
