Kebohongan Militer Israel Bahkan Membuat Media Mereka Sendiri Geram
POROS PERLAWANAN — Kecaman terhadap Militer Israel semakin meluas, bahkan dari media dalam negeri mereka sendiri, setelah terbongkarnya insiden eksekusi terhadap tim medis Palestina di kota Rafah, Gaza Selatan. Dalam peristiwa tragis itu, 15 pekerja medis tewas dalam serangan udara, dan kemudian dikuburkan di sebuah kuburan massal. Narasi Militer Israel yang berubah-ubah terkait insiden ini telah memicu kemarahan di kalangan jurnalis Israel.
Narasi Militer yang Kontradiktif
Jurnalis investigasi Israel, Barak Ravid menulis dalam situs Walla! bahwa Militer berupaya menutupi insiden tersebut selama beberapa hari dengan mengeluarkan klaim yang keliru. Salah satu klaim menyebut bahwa ambulans dan kendaraan pemadam tidak menggunakan lampu darurat, sehingga tentara mengira itu kendaraan musuh. Namun, video yang dipublikasikan oleh media internasional membantah klaim itu.
“Militer Israel dan juru bicaranya berbohong kepada seluruh media dunia”, tulis Ravid. “Kerusakan reputasi akibat kebohongan ini bahkan lebih besar daripada dampak militer dari insiden itu sendiri.”
Ravid juga menyerukan kepada jurnalis-jurnalis pertahanan Israel untuk menyelidiki pembantaian tim medis ini sebagai prioritas, bukan sekadar mengulang narasi resmi Militer.
Media Israel Turut Mengecam
Channel 12 pada Sabtu 5 April, melaporkan bahwa pihak Militer telah mengubah narasi sebanyak tiga kali. Awalnya, mereka menyatakan tidak menyerang ambulans secara sengaja. Kemudian, Militer mengeklaim bahwa para korban mendekati posisi mereka dengan cara mencurigakan. Versi terakhir menyebut bahwa enam dari 15 korban adalah anggota Hamas, sisanya adalah tenaga medis.
Surat kabar Israel terkemuka, Yedioth Ahronoth mencatat bahwa video yang dipublikasikan oleh The New York Times menunjukkan dengan jelas bahwa tim medis berada dalam ambulans resmi sebelum diserang.
“Video ini memaksa Militer Israel tiga kali mengganti narasinya,” tulis media itu.
Tuduhan Kejahatan Perang
Sejumlah pengamat menilai serangan terhadap tenaga medis sebagai pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional. Palang Merah Internasional menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya jumlah korban di kalangan petugas medis di Gaza.
Reaksi Dunia Internasional
Tekanan internasional terus meningkat terhadap Israel terkait operasi militernya di Jalur Gaza yang telah menewaskan banyak warga sipil, termasuk pekerja kemanusiaan dari organisasi internasional. Kelompok HAM seperti Human Rights Watch dan Amnesty International telah mendokumentasikan serangan yang ditujukan pada fasilitas medis dan ambulans sejak awal konflik.
Rujukan:
1. Barak Ravid, Walla News (2025). Israeli Military Misled Media Over Rafah Incident
2. The New York Times (2025). Video Shows Israeli Strike on Ambulance Convoy in Rafah
3. International Committee of the Red Cross (ICRC), Statement on Gaza Attacks (2025)
4. Channel 12 Israel (2025). IDF Shifts Narrative on Rafah Medical Team Strike
5. Yedioth Ahronoth (2025). Military Under Fire for Disinformation on Gaza Strike
