Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Helikopter Tempur Israel Serang Markas Militer Lebanon di Perbatasan Selatan

POROS PERLAWANAN – Ketegangan di perbatasan selatan Lebanon kembali meningkat setelah helikopter-helikopter tempur milik Israel melancarkan serangan ke dua lokasi berbeda di wilayah tersebut, meskipun gencatan senjata resmi masih berlaku. Serangan ini menjadi bagian dari serangkaian pelanggaran yang terus dilakukan oleh Militer Pendudukan terhadap kesepakatan damai yang disepakati pada akhir November tahun lalu.

Sumber-sumber lokal melaporkan kepada media Lebanon bahwa helikopter Israel menembaki kota kecil Aita al-Shaab, yang terletak di selatan negara itu, pada Senin dini hari 7 April. Kantor berita Al-Manar juga melaporkan bahwa helikopter-helikopter Militer Israel menyerang area sekitar markas Militer Lebanon di kota Naqoura, wilayah yang berada dekat dengan perbatasan Israel.

Dua Warga Sipil Gugur dalam Serangan di Zibqin

Pada saat yang hampir bersamaan, Militer Lebanon mengumumkan bahwa pasukan Pendudukan Israel juga menargetkan sebuah buldozer sipil yang tengah digunakan untuk kegiatan rehabilitasi lahan di desa Zibqin. Serangan tersebut menyebabkan dua warga sipil tewas, menurut pernyataan resmi Militer Lebanon.

Pihak Militer menegaskan bahwa tidak ada peralatan militer yang digunakan di lokasi kejadian, menampik pernyataan musuh bahwa area tersebut memiliki nilai strategis militer.

Gencatan Senjata yang Dilanggar Secara Sistematis

Kesepakatan gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel mulai berlaku pada 27 November 2024, mencakup masa transisi selama 60 hari, dengan Israel sepakat untuk menarik pasukannya dari zona penyangga di wilayah selatan Lebanon. Pengawasan kawasan ini kemudian diserahkan kepada Militer Lebanon dan pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL).

Namun, menurut laporan harian dari media dan pengamat lokal, pelanggaran terhadap gencatan senjata oleh pasukan Israel terus terjadi secara rutin. Selain itu, Israel disebut belum sepenuhnya menarik diri dari wilayah selatan dan justru telah mendirikan lima pos militer permanen di beberapa titik strategis.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *