Kataib Hizbullah Irak Bongkar Dusta Reuters Soal ‘Pelucutan Senjata Perlawanan’
POROS PERLAWANAN – Pada Minggu 6 April lalu, Kantor Berita Reuters mengutip dari “salah satu komandan Kataib Hizbullah Irak” terkait perlucutan senjata Perlawanan di Negeri Seribu Satu Malam itu. Namun Kantor Informasi Kataib Hizbullah menegaskan, klaim Reuters tersebut adalah dusta.
Dilansir Fars, Kataib Hizbullah dalam statemennya pada Minggu lalu menyatakan, laporan Reuters mencakup pernyataan yang dinisbatkan kepada salah satu komandan Kataib Hizbullah. Namun hal tersebut tak ada kaitannya dengan prinsip dan sikap faksi Perlawanan itu.
“Kami tegaskan bahwa tak ada satu pun komentar atau pernyataan dari para komandan kami di media. Sebab pernyataan-pernyataan ini hanya disampaikan melalui Jubir resmi kami, Muhammad Muhyi, dan Jubir militer kami, Jafar al-Husaini. Apa pun selain itu adalah dusta dan fitnah,” tegas Kataib Hizbullah Irak.
Pada hari Minggu lalu, Reuters memuat laporan yang “dinukil dari 10 komandan senior dan pejabat Irak.” Kantor Berita tersebut mengeklaim, sejumlah faksi Perlawanan Irak untuk pertama kalinya menyatakan siap untuk melucuti senjata mereka. Tindakan itu diambil “demi menghindari risiko meningkatkan gesekan dengan Pemerintah AS.”
“Trump siap meningkatkan level perang dengan kami. Kami mengetahuinya. Sebab itu, kami berniat mencegah skenario tersebut,” kutip Reuters dari salah seorang komandan Kataib Hizbullah.
Masih mengutip dari para pejabat keamanan Irak, Reuters mengeklaim bahwa faksi-faksi Perlawanan Irak dengan sekitar 50 ribu prajurit menyatakan siap melucuti senjata mereka.
Dalam statemennya, Kataib Hizbullah meminta dari berbagai media nasional dan internasional untuk lebih cermat dalam memublikasikan berita serta mengambil informasi dari sumber-sumber aslinya.
“Kami berhak menindak media-media ini dan para pegawai mereka. Media-media ini tidak boleh memublikasikan berita yang hanya dinisbatkan kepada sumber-sumber nonresmi,” tegas Kataib Hizbullah.
