Presenter Ternama AS dan Aktivis Politik yang Dekat dengan Trump: Konfrontasi dengan Iran Sama Saja dengan Bunuh Diri
POROS PERLAWANAN – Berbarengan dengan meningkatnya ancaman para pejabat AS terhadap Tehran dengan dalih program nuklir damainya, presenter ternama AS dan aktivis politik yang dekat dengan Donald Trump, Tucker Carlson mengingatkan konsekuensi perang melawan Iran.
Dilansir al-Alam, Carlson mengunggah cuitan di medsos X beberapa jam sebelum pertemuan Trump dengan Benyamin Netanyahu di Gedung Putih. Ia menulis:”Apa pun yang Anda pikirkan tentang tarif, jelas bahwa bahwa sekarang adalah waktu terburuk bagi AS untuk berpartisipasi dalam serangan militer ke Iran. Kita tidak punya kemampungan menghadapi konsekuensi-konsekuensinya.”
“Ribuan orang AS akan mati. Kita akan kalah dalam perang yang bakal meletus setelah serangan militer ke Iran. Tak ada hal yang lebih destruktif bagi negara kita dari ini.”
“Meski demikian, kita menjad lebih dekat satu sama lain berkat tekanan tanpa henti kubu neokonservatif. Perang ini adalah sebuah bunuh diri. Siapa pun yang mendukung konfrontasi dengan Iran, bukanlah sekutu AS, tapi musuhnya.”

Peringatan Carlson ini terlontar sebelum pertemuan Trump dengan Netanyahu dan setelah statemen Jubir Kemenlu Iran, Esmail Baghaei. Baghaei menyatakan, Tehran belum menerima respons dari Washington terkait perundingan tidak langsung.
Saat ditanya dalam jumpa pers apakah AS telah menanggapi surat Iran dan tawaran untuk melakukan perundingan tidak langsung, Baghaei menjawab,”Tidak.”
“Jawaban surat AS kepada Iran telah diberikan. Kabarnya juga sudah diumumkan. Ada berbagai analisis tentang jawaban itu. Kita menanti keputusan AS terkait masalah ini. Sehubungan dengan perundingan tidak langsung, Republik Islam Iran telah mengajukan tawaran baik hati serta berlandaskan keputusan rasional dan bertanggung jawab dengan melihat reputasi AS di masa lalu. Tawaran ini memerhatikan proses-proses terkait isu nuklir dan perundingan dalam satu dekade terakhir.”
“Saat ini, prioritas kita adalah fokus kepada tawaran kita. Terkait apa yang akan terjadi di masa depan, itu akan diputuskan pada waktunya,” tegas Baghaei.
