Araghchi Bakal Antar Surat Pemimpin Iran untuk Putin
POROS PERLAWANAN – Menlu Iran, Abbas Araghchi pada Rabu 16 April berbicara tentang rencana kunjungannya ke Rusia di hadapan para wartawan.
“Tujuan lawatan ke Rusia adalah menyampaikan pesan tertulis Pemimpin Revolusi (Ayatullah Ali Khamenei) kepada Presiden Rusia. Hal ini akan dilakukan saat bertemu Presiden Putin,” tutur Araghchi, Fars melaporkan.
Pada Senin lalu, Jubir Kemenlu Iran, Esmail Baghaei dalam jumpa pers mingguan mengabarkan rencana kunjungan Araghchi ke Moskow pada akhir pekan ini.
Menlu Iran juga bicara soal putaran kedua perundingan tidak langsung dengan AS, yang rencananya akan diadakan di Muscat pada Sabtu 19 April mendatang. Araghchi menyoroti berbagai statemen kontradiktif para pejabat AS dalam masalah ini.
“Kami mendengar beragam pernyataan dan sebagian sikap kontradiktif dari pihak petinggi AS. Menurut saya, itu sama sekali tidak membantu proses perundingan,” tegas Araghchi.
“Meski demikian, kami harus mengetahui sikap asli mereka dalam sesi perundingan mendatang. Jika mereka datang dengan sikap-sikap konstruktif, kami berharap bisa memulai perundingan dalam koridor sebuah kesepakatan potensial.”
Putaran pertama perundingan tak langsung Tehran-Washington yang diwakili Araghchi dan Steve Witkoff diadakan pada Sabtu 12 April lalu di Muscat.
“AS tidak akan mendapatkan apa pun dengan cara melakukan tekanan. Jika perundingan dilangsungkan berdasarkan kesetaraan dan dalam atmosfer positif, maka itu akan berjalan dengan lancar. Namun tekanan dan pemaksaan tidak akan membuahkan hasil apa pun.”
“Hal ini sudah kami buktikan dalam praktik dan sikap kami. Kami akan hadir dalam perundingan dengan penuh ketenangan tanpa terpengaruh tekanan atau kelompok mana pun.”
Terkait dengan pengayaan uranium, Araghchi menyatakan bahwa Iran siap membangun kepercayaan di hadapan kekhawatiran-kekhawatiran potensial. Namun, tegasnya, isu pengayaan uranium itu sendiri “tidak bisa dinegosiasikan.”
