Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Ansharullah: Kami Siap Masuki Tingkat Konflik Tertinggi dengan Amerika Serikat

Ansharullah: Kami Siap Masuki Tingkat Konflik Tertinggi dengan Amerika Serikat

POROS PERLAWANAN – Gerakan Perlawanan Ansharullah Yaman memperingatkan bahwa agresi Amerika Serikat terhadap pelabuhan Ras Issa, Provinsi Hudaydah, adalah kejahatan perang yang tidak akan dibiarkan tanpa respons. Pernyataan resmi ini disampaikan menyusul serangan udara brutal pada Sabtu malam 19 April yang menewaskan dan melukai sekitar 250 orang, mayoritas adalah pekerja pelabuhan dan relawan kemanusiaan.

Dalam pernyataannya yang dilansir Kayhan, pada Minggu 20 April, Kantor Politik Ansharullah menegaskan: “Kami siap memasuki tingkat keterlibatan konflik tertinggi dengan Amerika Serikat. Serangan ini tidak akan berlalu tanpa pembalasan.”

Serangan terhadap fasilitas pelabuhan vital ini, menurut mereka, merupakan upaya terang-terangan Washington untuk mencekik jalur pasokan makanan dan bantuan medis bagi rakyat Yaman; sebuah bentuk pengepungan ekonomi dalam bungkus pemboman militer.

Dari Laut Merah ke Medan Asimetris Global

Ansharullah tidak hanya menggambarkan kesiapan militer biasa. Gerakan revolusioner ini memperingatkan bahwa Yaman memiliki kapasitas “melampaui batas geografisnya” dengan alat konflik yang bersifat asimetris, tidak dapat diprediksi, dan berlapis-lapis.

Pernyataan itu menegaskan bahwa medan konflik dapat diperluas dari Laut Merah menuju perairan internasional, bahkan hingga ke pusat-pusat kepentingan vital sekutu Amerika. Infrastruktur energi global, jalur perdagangan maritim, dan pangkalan-pangkalan rahasia militer Barat bisa berubah menjadi titik-titik api dalam strategi multi-front engagement.

“Meningkatkan level konflik di Yaman berarti menyeret musuh ke arena yang tidak mengenal keunggulan militer klasik. Di medan ini, kemenangan ditentukan oleh kejutan, kesabaran, dan pengikisan psikologis terhadap musuh, bukan oleh jumlah pasukan atau besarnya anggaran perang,” tegas pernyataan tersebut.

Bayangan Gaza di Hudaydah

Menurut laporan kantor berita Sputnik, Kantor Politik Ansharullah menyatakan bahwa pengeboman pelabuhan Ras Issa merupakan kejahatan yang sebanding dengan pembantaian di Gaza.

“Kebiadaban Amerika Serikat ini adalah lanjutan dari partisipasi langsungnya dalam genosida yang berlangsung di Palestina. Pernyataan mereka soal hukum internasional hanyalah kamuflase munafik semata.”

Pelabuhan Ras Issa merupakan salah satu titik vital untuk masuknya bantuan pangan dan obat-obatan ke wilayah barat Yaman, yang selama bertahun-tahun telah mengalami blokade oleh koalisi Saudi-Amerika. Serangan ini, menurut Ansharullah, adalah “langkah balas dendam atas sikap Yaman yang konsisten membela Gaza dan menentang Zionisme global”.

Washington Menuju Rawa Erosif

Dengan eskalasi ini, Amerika Serikat bukan hanya membuka front baru dalam perang regional, melainkan juga menempatkan dirinya dalam medan di mana segala bentuk kalkulasi konvensional berpotensi runtuh. Jika Ansharullah benar-benar mengaktifkan kapasitas-kapasitas tersembunyi dalam Poros Perlawanan global; mulai dari Irak hingga Timur Afrika, dari Syam hingga Asia Barat, maka Washington bisa mendapati dirinya terseret dalam perang multi-front yang berkepanjangan dan tidak terukur.

Garis Merah Telah Dilampaui

Serangan ke pelabuhan Ras Issa menjadi titik balik. Ansharullah telah menyatakan bahwa mereka tidak akan tinggal diam. Kesiapan untuk bergerak ke “tingkat konflik tertinggi” bukan sekadar retorika, melainkan sinyal serius bagi musuh-musuh Yaman bahwa fase baru perjuangan telah dimulai, di mana medan tempur tidak lagi dibatasi oleh geografi dan waktu milik penjajah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *