Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Wartawan, Hati-hati Masuk AS!

Wartawan, Hati-hati Masuk AS!

POROS PERLAWANAN – “Para wartawan yang berkunjung ke AS mesti menganggap serius imbauan-imbauan keamanan.”

Ini adalah peringatan yang disampaikan Komite untuk Perlindungan Jurnalis (CPJ) kepada para wartawan asing.

Dilansir Fars, CPJ menyoroti kekhawatiran yang terus meningkat terkait kemungkinan pembatasan kunjungan baru dan bertambahnya pengawasan di perbatasan-perbatasan AS. Organisasi ini menyarankan para wartawan untuk waspada dan menjaga barang-barang pribadi mereka.

Imbauan ini secara khusus ditujukan kepada wartawan yang meliput berita-berita sensitif politik. Imbauan-imbauan ini meliputi peringatan keamanan legal, digital, dan fisik untuk membantu wartawan lolos dari pemeriksaan di perbatasan, pengawasan, penangkapan, atau pencekalan untuk masuk ke AS.

Pada hakikatnya, semua larangan potensial ini adalah ulangan kebijakan-kebijakan periode pertama kepresidenan Donald Trump, yang telah disahkan oleh Mahkamah Agung AS.

Kabarnya, Pemerintahan Trump tengah mengkaji aturan baru untuk membatasi masuknya para wartawan dari lebih 40 negara, termasuk Iran, Rusia, Venezuela, dan sejumlah negara Afrika.

Di antara kekhawatiran utama CPJ adalah wewenang luas Biro Cuka dan Penjagaan Perbatasan AS (CBP) untuk memeriksa perangkat elektronik para musafir tanpa perintah atau alasan apa pun.

Para wartawan bisa saja akan diminta untuk membuka kunci telepon genggam, laptop, atau bahkan akun-akun medsosnya. Hal ini bisa membuat informasi-informasi penting wartawan dikopi atau disimpan. Penolakan terhadap perintah ini bisa berujung kepada interogasi panjang, penyitaan perangkat, atau pencekalan, terutama bagi wartawan asing atau yang memiliki kewarganegaraan ganda.

Berikut adalah respons netizen terhadap masalah ini:

“Wow, mungkin Nazi Jerman akan diciptakan ulang…Apa berikutnya? Pembakaran seluruh buku yang tidak disukai?”

“Lubang kakus ini (AS) harus dihindari.”

“Dengan situasi ini, saya pribadi tak akan melawat ke AS.”

“Jika Anda berpikir situasinya tidak terlalu buruk, silakan baca kisah gadis ini tentang penangkapan dan penahanannya di sel soliter oleh ICE.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *