Al-Mashat: Yaman Hanya Berbahaya bagi AS-Israel, Bukan Negara-negara Lain
POROS PERLAWANAN – Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman, Mahdi al-Mashat pada Minggu malam 20 April menyatakan, agresi Koalisi AS sudah gagal sejak hari pertama. Menurutnya, Militer Yaman memiliki informasi bahwa mereka sukses menggagalkan operasi militer AS.
“AS hanya menyerang Yaman dari kapal induk USS Harry Truman sebanyak 2 kali. Serangan-serangan lain dilancarkan dari kawasan-kawasan lain yang telah kami awasi. Pada hakikatnya, Truman tidak memberikan hasil apa pun kepada musuh. Hal ini menyebabkan AS membawa kapal-kapal lain ke Kawasan,” tegas al-Mashat, Fars melaporkan.
“Yaman tetap teguh membela Gaza dan takkan mundur sedikit pun. Sayangnya, kami melihat kehinaan negara-negara Arab yang telah sampai ke batas menjadi kaki tangan Israel. Kejahatan keji Rezim Zionis di Gaza dari satu sisi, dan kehinaan negara-negara Arab dari sisi lain, telah mendorong kami bersikap tegas untuk membela Gaza.”
“Kami mendukung diplomasi Iran dengan AS untuk mengatasi masalah-masalahnya. Kami juga mendukung perundingan sukses Iran dengan Saudi.”
“Trump harus tahu bahwa ia takkan bisa mengubah pendirian manusiawi, moral, dan keagamaan kami dalam membela warga Gaza.”
“Kau (Trump) berhadapan dengan sebuah bangsa beriman dan bijak. Dunia menyaksikan bahwa tekad bangsa Yaman tidak goyah sedikit pun meski dibombardir AS. Bangsa Yaman tidak merasa terancam bahaya dari serangan AS. Mereka tidak memedulikan rudal dan bom-bom AS.”
“Trump terjebak di rawa Yaman. Era kepresidenan Trump tidak cukup untuk mewujudkan impian-impiannya. Kami hanya berbahaya bagi AS dan Rezim Israel, bukan negara-negara lain.”
“Trump menunjukkan dirinya sebagai mitra utama kejahatan Israel. Dia telah membuat AS menelan kegagalan besar. Bangsa AS harus tahu bahwa Trump telah mempermalukan mereka. Trump tidak melakukan apa pun di Yaman selain membunuh warga sipil dan merusak citra AS.”
“Peluang terbuka untuk kalian (para musuh AS). AS sekarang sibuk dan telah kehilangan semua kartunya. Insya Allah akan segera tersiar kabar tentang pesawat pengebom B-2. Rakyat AS akan paham bahwa Trump hanya menjadi aib bagi mereka,” tandas al-Mashat.
