Hamas Bantah Beredarnya Usulan Gencatan Senjata Susulan: Tak Ada yang Baru untuk Diulas
POROS PERLAWANAN – Di tengah kebisingan diplomasi internasional yang kerap memoles genosida sebagai perundingan damai, Gerakan Perlawanan Islam Hamas menegaskan bahwa tidak ada usulan gencatan senjata baru yang diterima terkait perang yang masih berkobar di Jalur Gaza.
Mengutip laporan Al-Arabi pada Selasa 22 April, sejumlah sumber yang terafiliasi dengan Hamas menyatakan secara lugas: “Kami belum menerima usulan baru terkait diakhirinya perang di Gaza.”
Bantahan ini sekaligus mematahkan narasi beberapa media Barat yang menggembar-gemborkan adanya terobosan diplomatik di balik layar.
Lebih lanjut, sumber tersebut menekankan bahwa tidak ada delegasi Hamas yang saat ini melakukan perjalanan ke Kairo, sebuah kota yang kerap dijadikan panggung kompromi geopolitik antara pendudukan dan perlawanan.
Sikap ini disampaikan menyusul laporan dari BBC yang menyebut bahwa para mediator, terutama Mesir dan Qatar, telah mengajukan proposal gencatan senjata kepada entitas Zionis. Usulan itu mencakup penghentian perang selama lima hingga tujuh tahun, pertukaran semua tawanan Zionis dengan para tahanan Palestina, pengakhiran resmi agresi militer, serta penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Namun hingga kini, Hamas memilih diam sebagai sikap, dan menegaskan: tidak ada yang berubah di medan perlawanan.
Dalam semesta yang dikuasai oleh diplomasi palsu dan konferensi kemanusiaan yang membiarkan pembantaian berjalan, perlawanan tak bisa dibungkam oleh surat-surat rahasia yang datang tanpa kejujuran dan kehormatan. Gaza tetap berdarah, dan rakyatnya belum menyerah.
