Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran vs AS: Negosiasi Nuklir Memanas di Tengah Ancaman dan Retorika Tajam

Iran vs AS: Negosiasi Nuklir Memanas di Tengah Ancaman dan Retorika Tajam

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Iran dan Amerika Serikat kembali duduk di meja perundingan dalam putaran keempat pembicaraan tidak langsung yang digelar di Muscat, Oman, pada Minggu 11 Mei. Perundingan yang dimediasi oleh Pemerintah Oman ini membahas kelanjutan program nuklir damai Iran dan pencabutan sanksi ekonomi yang telah lama membebani Republik Islam tersebut.

Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sementara pihak AS diwakili oleh Steve Witkoff. Dalam pertemuan tertutup selama hampir tiga jam, kedua pihak mulai membahas isu-isu substansial, termasuk hak Iran atas pengayaan uranium dan mekanisme pencabutan sanksi. Araghchi menyatakan bahwa perundingan ini “lebih serius dan jujur” dibanding putaran sebelumnya, meskipun tantangannya meningkat.

Perundingan sempat tertunda akibat keraguan dan inkonsistensi pihak AS. Sebelumnya, pada Jumat 9 Mei dalam wawancara, Witkoff memberikan pernyataan sangat provokatif yang menyatakan program nuklir Iran harus dibongkar total, termasuk fasilitas utama seperti Natanz, Fordow, dan Isfahan. Pernyataan ini memicu kemarahan Iran, yang menilai retorika AS menunjukkan ketidakkonsistenan serta pengaruh lobi asing, khususnya dari Israel.

Iran kembali menegaskan dua garis merahnya yaitu pencabutan penuh sanksi dan pengakuan atas hak pengayaan uranium sesuai Non-Proliferation Treaty (NPT). Araghchi menegaskan bahwa pengayaan uranium merupakan hak nasional yang tidak bisa dinegosiasikan, meskipun Iran terbuka terhadap pembatasan teknis sementara untuk membangun kepercayaan.

Juru Bicara Kementrian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei menyebut perundingan kali ini “sulit namun bermanfaat”, menunjukkan bahwa kedua pihak mulai memahami posisi masing-masing secara lebih mendalam.

Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi menyatakan dukungannya atas proses ini dan mengatakan bahwa putaran kelima akan dijadwalkan setelah kedua pihak berkonsultasi dengan para pemimpin mereka.

Meski proses berlangsung di bawah bayang-bayang tekanan politik dan retorika tajam, Iran menegaskan kesiapannya untuk melanjutkan perundingan dengan itikad baik selama pihak AS menunjukkan sikap konsisten ke arah pencapaian tujuan dan menghindari pernyataan yang kontradiktif.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *