AS Kembali Pinggirkan Kabinet Netanyahu dalam Perundingan dengan Hamas
POROS PERLAWANAN – Mengutip dari sebuah sumber, Kanal 12 Israel melaporkan bahwa Kabinet Benyamin Netanyahu tidak mendapat informasi soal perundingan AS dengan Hamas. Pemerintah Israel dalam beberapa hari terakhir hanya memperoleh sinyal-sinyal soal dekatnya pembebasan Edan Alexander, tawanan berkewarganegaraan AS-Israel di Gaza.
Diberitakan Fars, Kanal 12 menyatakan bahwa dengan kesepakatan langsung antara Hamas dan Pemerintah AS ini, Donald Trump bukan hanya menampar Netanyahu, tapi juga “memberikan legalitas dan kemenangan tiada tara kepada Hamas sejak perang dimulai.”
Kanal ini melaporkan, Alexander akan dibebaskan pada Selasa siang 13 Mei. Kanal 12 juga memberitakan bahwa upaya penyerahan jenazah 4 tawanan berkewarganegaraan AS akan berlanjut.
Jurnalis Israel, Barak Ravid dalam artikelnya di Walla menyatakan, Israel akan menangguhkan serangan udara dan penerbangan drone di Gaza untuk sementara, supaya Hamas bisa mempersiapkan pembebasan Alexander.
“Kesepakatan pembebasan Alexander adalah capaian besar Trump dan Utusannya, Steve Witkoff. Di lain pihak, ini adalah kegagalan besar bagi Netanyahu, Ron Dermer, dan Kabinet Israel,” tulis Ravid.
Menurut laporan Kanal 13, Tel Aviv bukan pihak yang terlibat langsung dalam perundingan ini. Israel hanya mendapatkan detailnya setelah tercapainya kesepakatan akhir. Besok Witkoff berencana bertemu dengan para pejabat tinggi Rezim Zionis.
Pada Minggu malam 11 Mei, seorang petinggi Hamas, Khalil al-Hayyah membenarkan berita tentang perundingan faksinya dengan Pemerintah AS.
“Sebagai imbalan pembebasan tawanan ini (Alexander), perlintasan-perlintasan Gaza akan dibuka dan bantuan-bantuan kemanusiaan akan memasuki kawasan ini,” kata al-Hayyah.
“Hamas siap segera memulai perundingan intensif dan upaya serius untuk meraih kesepakatan final penghentian perang, pertukaran tawanan, dan pengelolaan Gaza oleh pihak-pihak independen.”
“Rekonstruksi dan pencabutan blokade Gaza adalah salah satu poin dalam kesepakatan ini,” tandas al-Hayyah.
