Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

LSM Israel: Rencana Bantuan untuk Gaza yang Didukung AS Picu Pemindahan Paksa dan Perburuk Krisis Kemanusiaan

LSM Israel: Rencana Bantuan untuk Gaza yang Didukung AS Picu Pemindahan Paksa dan Perburuk Krisis Kemanusiaan

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, sebuah organisasi non-pemerintah asal Israel, Gisha mengeluarkan peringatan keras terkait rencana pendirian yayasan bantuan yang didukung AS untuk Jalur Gaza. Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu 14 Mei, Gisha menyebut proposal tersebut sebagai skema yang “dirancang untuk mendorong pemindahan paksa warga sipil Palestina” dan memperburuk kondisi kemanusiaan yang telah kritis.

Gisha, yang berfokus pada perlindungan kebebasan bergerak warga Palestina, menilai bahwa langkah ini merupakan kelanjutan dari serangkaian kebijakan Israel yang bertujuan memperkuat kontrol atas Gaza. “Rencana ini akan mencekik kehidupan penduduk dan siapa pun yang berupaya memberikan bantuan,” tegas organisasi tersebut.

Sejumlah Badan Kemanusiaan Internasional turut menyuarakan keprihatinan serupa. Mereka memperingatkan bahwa sistem distribusi bantuan yang diusulkan akan memaksa warga Palestina untuk melakukan perjalanan jauh atau berpindah ke lokasi pusat distribusi, yang berpotensi menciptakan “penahanan de facto” di sekitar kamp-kamp pengungsian.

Selama beberapa bulan terakhir, Israel telah secara konsisten mendesak warga Palestina meninggalkan Gaza Utara, khususnya Kota Gaza, di tengah aksi militer intensif yang dinilai banyak pihak sebagai bentuk genosida.

Dalam pernyataannya, Gisha juga menegaskan bahwa proposal ini gagal memenuhi prinsip-prinsip dasar kemanusiaan dan tidak menjawab kebutuhan jutaan warga yang kekurangan makanan, air bersih, obat-obatan, dan pasokan penting lainnya akibat blokade total yang diberlakukan Israel sejak 2 Maret. “Infrastruktur untuk distribusi bantuan sebenarnya sudah ada dan terbukti efektif selama gencatan senjata sebelumnya. Sistem ini harus dibiarkan berjalan tanpa intervensi,” tambah Gisha.

Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini turut menyerukan tindakan internasional. Mengutip pernyataan Kepala Bantuan PBB Tom Fletcher, ia mendesak Dewan Keamanan untuk mencegah genosida. “Solusi untuk kelaparan buatan ini adalah mengakhiri pengepungan Gaza sekarang,” pungkasnya.

Seruan internasional untuk membuka blokade ini semakin menguat, di tengah kekhawatiran bahwa rencana bantuan yang sedang diperdebatkan justru akan menambah beban warga Palestina daripada membantu mereka.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *