Loading

Ketik untuk mencari

Berita Nasional

Di Sidang PUIC Jakarta, Ketua Parlemen Iran Kecam Trump dan Tegaskan Dukungan untuk Palestina

POROS PERLAWANAN – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf menyebut pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sebagai “khayalan” dan mendesak AS mengakui dukungan luas dunia Islam terhadap perlawanan Palestina. Pernyataan itu disampaikan dalam Sidang ke-19 Persatuan Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (PUIC) di Jakarta, pada Rabu 14 Mei.

Kecaman terhadap Trump dan AS

Qalibaf secara tegas menyindir Trump dengan menyatakan, “Presiden AS hidup dalam khayalan. Kami sarankan ia membuka mata dan melihat bahwa perlawanan hidup di hati rakyat.”

Ia juga menuding AS sebagai pendukung utama Israel, yang disebutnya sebagai “kekuatan proksi AS”. Menurut Qalibaf, kebijakan AS di Timur Tengah telah memicu ketidakstabilan, termasuk dukungan terhadap “rezim apartheid Israel” yang melakukan “genosida disengaja” di Gaza.

Dukungan untuk Palestina dan Seruan Aksi Konkret

Dalam pidatonya, Qalibaf menyerukan langkah-langkah tegas dari negara-negara Islam, termasuk:

1. Penghentian hubungan politik, ekonomi, dan militer dengan Israel.
2. Pengakuan resmi atas kejahatan perang, genosida, dan sistem apartheid Israel.
3. Penyelenggaraan referendum bagi seluruh rakyat Palestina, termasuk pengungsi, untuk menentukan masa depan mereka.

“Semua ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, tetapi tanggapan dunia belum sepadan,” tegasnya.

Kritik terhadap Kebijakan AS di Timur Tengah

Qalibaf juga mengingatkan sejarah konflik AS-Iran, termasuk:

1. Kudeta 1953 yang didukung AS.
2. Dukungan AS terhadap Saddam Hussein dalam Perang Iran-Irak.
3. Penembakan pesawat sipil Iran oleh AS pada 1988.
4. Pembunuhan Jenderal Qasim Soleimani pada 2020.

“Meski di bawah sanksi dan Tekanan Maksimum, Iran justru semakin kuat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti gelombang protes di kampus-kampus AS yang menentang kebijakan Pemerintah mereka sendiri.

Penegasan Komitmen Damai Iran

Qalibaf menegaskan bahwa Iran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir dan lebih memilih kerja sama regional tanpa intervensi asing.

“Iran tidak mencari perang, tetapi tidak akan pernah tunduk,” tegas Qalibaf.

Apresiasi untuk Indonesia

Di akhir pidato, Qalibaf menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah dan Parlemen Indonesia atas penyelenggaraan sidang PUIC di Jakarta.

Sidang ke-19 PUIC dihadiri delegasi dari berbagai negara anggota OKI, membahas isu-isu terkini di dunia Islam, termasuk konflik Palestina-Israel dan peran parlemen dalam memperkuat solidaritas Muslim global.

Tags: