Sekjen Hizbullah: Berkat Pembebasan Lebanon, Kami Keluar dari Kondisi Menyerah ke Kondisi Melawan
POROS PERLAWANAN – Dalam pidato peringatan pembebasan Lebanon pada Minggu 25 Mei, Syekh Naim Qasim menyatakan bahwa dengan adanya sebuah bangsa bermartabat di Lebanon, yang menolak diduduki dan dihinakan, terbentuknya Perlawanan adalah sesuatu yang sangat alami.
“Bangsa Lebanon tak pernah menyerah kepada Israel. Perlawanan memulai pertumbuhannya di dekade 6- dan 70. Imam (Musa) Sadr merupakan perintis Perlawanan,” kata Sekjen Hizbullah, Fars memberitakan.
“Tekad perlawanan sejak tahun 1982 telah menyebabkan Israel tidak bisa bertahan di tanah Lebanon. Sebelum tahun 2000, Israel berusaha menjalin kesepakatan dengan Lebanon. Namun Israel langsung melanggarnya, hengkang dari Lebanon di malam hari, dan meninggalkan para anteknya.”
“Setelah pembebasan Lebanon di tahun 2000, tak ada lagi pertumpahan darah dan konflik sektarian atau keagamaan di kawasan-kawasan perbatasan.”
“Pembebasan Lebanon telah mengubah jalur politik, budaya, dan jihad Kawasan. Hal ini membuat kita keluar dari sikap menyerah ke sikap melawan. Dengan kemenangan ini, Perlawanan berubah dari sebuah proyek untuk kemenangan menjadi tiang utama untuk Lebanon yang kuat.”
“Meski sudah lebih dari 2 dekade berlalu sejak Rezim Zionis diusir dari Lebanon, tak ada yang bisa diragukan soal peran Perlawanan, yang telah menaikkan posisi Lebanon. Usai keluarnya Israel di tahun 2000, tak ada pasukan internasional di selatan Lebanon selama setahun. Ketika mereka tidak bisa berbuat apa pun terhadap Lebanon, mereka baru mengirim pasukan internasional ke kawasan ini.”
“Perlawanan adalah opsi tunggal bangsa beriman. Perlawanan kita bersifat defensif dan untuk menentang pendudukan. Perlawanan ini bermakna tidak menyerah. Namun dalam sebagian kasus, bermakna perjuangan dan menciptakan prevensi. Kadang Perlawanan berjuang, namun kadang bersabar dan dalam kondisi siaga.”
“AS bertanggung jawab untuk mengawasi kesepakatan (gencatan senjata Lebanon-Israel) ini. Namun AS mendukung agresi Rezim Zionis ke Gaza dan Lebanon. Lebanon harus kuat dan merdeka serta melantangkan suaranya di hadapan Rezim Zionis di Dewan Keamanan.”
“Jika Pemerintah gagal menjalankan tugasnya, ada berbagai opsi untuk kami. Hizbullah tidak akan bungkam dan menyerah di hadapan kezaliman. Hizbullah akan bersabar dan bertindah di saat yang tepat.”
