Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Gaza Sekarat, Dokter Senior Inggris Serukan Akses Bantuan Tanpa Batas

Gaza Sekarat, Dokter Senior Inggris Serukan Akses Bantuan Tanpa Batas

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, seorang dokter senior asal Inggris yang baru menyelesaikan misi medis di Jalur Gaza mengungkap kondisi mengerikan yang dihadapi warga Palestina. Ahli bedah plastik dan rekonstruksi, dr. Victoria Rose menyebut masuknya 90 truk bantuan baru-baru ini ibarat “hanya setetes air di lautan” dibandingkan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Rose menyerukan segera diakhirinya blokade terhadap Gaza serta pembukaan akses penuh bagi tenaga medis dan bantuan kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa sistem kesehatan di Gaza hampir kolaps akibat kekurangan peralatan, obat-obatan, dan personel medis.

Rose telah menjalani tiga misi kemanusiaan di Gaza sejak pecahnya konflik besar pada 7 Oktober 2023, yang telah merenggut hampir 54.000 nyawa warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Ia menggambarkan pemandangan di sepanjang Jalan Salah al-Din, jalan utama Gaza, sebagai “kota mati”, dengan reruntuhan dan kehancuran total.

“Selama 10 menit perjalanan, tidak ada satupun bangunan yang masih berdiri. Tidak ada tanda kehidupan,” ujarnya.

Kondisi fasilitas kesehatan pun mengenaskan. Setelah Rumah Sakit Eropa diserang, Rose dan rekan-rekannya terpaksa mengungsi ke Rumah Sakit al-Nasser di Khan Yunis. Namun, rumah sakit terbesar di Gaza selatan itu kini juga berada dalam ancaman serangan dan evakuasi. “Jika al-Nasser ditutup, ratusan pasien akan meninggal karena tidak ada rumah sakit lain yang berfungsi,” tegasnya.

Ia juga mengungkap realitas menyedihkan yang dialami anak-anak Gaza dengan tubuh kurus, luka yang tak kunjung sembuh, dan infeksi yang merajalela akibat kekurangan gizi dan buruknya sanitasi. Program vaksinasi yang dihentikan oleh otoritas Israel membuat anak-anak semakin rentan terhadap penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

Rose menekankan bahwa ini bukan konflik politik, melainkan tragedi kemanusiaan yang memerlukan tindakan global. Ia berharap negara-negara Barat, khususnya Eropa, lebih peka terhadap penderitaan rakyat Palestina dan mengambil langkah konkret.

“Situasi ini adalah krisis kemanusiaan. Ratusan orang kehilangan nyawa akibat kondisi yang sebenarnya bisa dicegah. Kita memiliki kemampuan untuk mencegahnya, cukup dengan memastikan bantuan mencapai Gaza, berupa makanan, obat-obatan, tenaga medis, dan relawan kemanusiaan,” pungkasnya.

Tags: