Reuters: Jerman Bersiap Hadapi Kemungkinan Perang dengan Rusia
POROS PERLAWANAN — Kantor Berita Reuters pada Senin 26 Mei melaporkan bahwa Jerman tengah mempersiapkan militernya untuk menghadapi kemungkinan konflik bersenjata dengan Rusia, berdasarkan dokumen rahasia yang diperoleh media tersebut.
Dokumen tersebut mengungkap bahwa Militer Jerman telah menerima instruksi untuk meningkatkan kesiapan tempur menghadapi potensi konfrontasi dengan Rusia pada 2029. Dokumen internal itu ditandatangani pada 19 Mei oleh Inspektur Jenderal Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman), Jenderal Carsten Breuer.
Perintah ini mencakup peningkatan signifikan dalam pengadaan persenjataan dan modernisasi sistem pertahanan Jerman.
Rusia membantah memiliki niat agresif terhadap negara-negara anggota NATO. Pemerintah Moskow menuding spekulasi dari negara-negara Barat sebagai “taktik menakut-nakuti” guna membenarkan eskalasi militerisasi oleh negara-negara Eropa anggota aliansi tersebut.
Instruksi Baru: Modernisasi Militer Jerman
Berdasarkan dokumen yang diperoleh, perintah baru kepada Militer Jerman mencakup beberapa poin utama berikut:
– Pengadaan sistem pertahanan udara canggih
– Pengembangan kemampuan serangan presisi dengan jangkauan lebih dari 500 kilometer
– Peningkatan cadangan amunisi dalam berbagai kategori
– Penguatan kemampuan perang elektronik (electronic warfare)
– Modernisasi sistem luar angkasa untuk keperluan defensif dan ofensif.
Langkah-langkah ini mencerminkan perubahan mendasar dalam strategi pertahanan Jerman, yang sebelumnya lebih berorientasi pada misi penjaga perdamaian dan operasi stabilisasi di wilayah konflik.
Respons Rusia
Pemerintah Rusia tetap menegaskan bahwa mereka tidak memiliki rencana ofensif terhadap NATO. Kremlin menyebut laporan semacam ini sebagai bagian dari propaganda Barat yang bertujuan mendorong peningkatan belanja militer negara-negara Eropa.
Kendati demikian, dokumen yang bocor menunjukkan bahwa Jerman, sebagai salah satu kekuatan utama NATO di Eropa, tengah bersiap menghadapi skenario terburuk dalam lima tahun ke depan.
Apakah langkah ini menjadi sinyal awal dari eskalasi baru antara NATO dan Rusia? Sejumlah analis militer memperkirakan bahwa kebijakan Jerman dapat memicu respons serupa dari Moskow dan memperburuk ketegangan di kawasan Eropa Timur.
