Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Araghchi: Jika Inggris Menuntut ‘Pengayaan Nol’ Uranium Iran, Maka Tidak Ada Lagi yang Perlu Dibicarakan

Araghchi Tanggapi Dusta Fox News Soal ‘Situs Nuklir Rahasia Iran’: Netanyahu Terlibat

POROS PERLAWANAN – Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi menegaskan bahwa negaranya tidak akan melanjutkan pembicaraan nuklir dengan Inggris apabila tuntutan utama London adalah penghentian total program pengayaan uranium Iran.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui platform X pada Rabu 28 Mei, dan dikutip oleh Kayhan, Araghchi menanggapi pernyataan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, Peter Mandelson, yang menyatakan bahwa Eropa tidak dapat menerima keberlanjutan fasilitas pengayaan uranium Iran. Mandelson juga menyebut bahwa Eropa memiliki “kemampuan mekanisme pemicu” untuk mengaktifkan kembali sanksi terhadap Teheran.

Araghchi menulis: “Jika posisi Inggris adalah tidak ada pengayaan di Iran, maka tidak ada lagi hal yang perlu dibicarakan antara kami terkait isu nuklir”.

Ia menekankan bahwa Iran tetap berkomitmen pada kerja sama dengan negara-negara Eropa dalam kerangka JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action), meskipun Amerika Serikat menunjukkan sikap enggan dalam melibatkan Eropa dalam proses negosiasi.

“Posisi ‘pengayaan nol’ yang diambil oleh Inggris jelas merupakan pelanggaran terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), serta bertentangan dengan komitmen Inggris sebagai anggota JCPOA,” kata Araghchi. “Kami tidak bercanda dengan siapa pun terkait masalah pengayaan.”

Klarifikasi dari London

Tak lama setelah pernyataan kontroversial Mandelson, Kantor Luar Negeri Inggris menyampaikan klarifikasi bahwa pernyataan tersebut bukan posisi resmi Pemerintah. Dalam pernyataan resminya, London menegaskan bahwa pihaknya mendukung upaya diplomatik untuk mencapai solusi yang dinegosiasikan, termasuk mempertimbangkan usulan dari Presiden AS, Donald Trump.

Reporter Wall Street Journal, Lawrence Norman mencatat dalam sebuah unggahan bahwa terdapat kontradiksi antara posisi Duta Besar Inggris dan Pemerintah Pusat di London. “Inggris mencoba menarik kembali posisi awal Mandelson, menyatakan bahwa ia tidak secara eksplisit mendukung kebijakan ‘pengayaan nol’ seperti yang diklaim oleh utusan AS, Steve Whitkoff”, tulisnya.

Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung Selasa malam, Mandelson menyatakan dukungan terhadap pendekatan Whitkoff dalam negosiasi nuklir Iran. Ia juga menyampaikan peringatan bahwa waktu hampir habis untuk mengaktifkan mekanisme pemicu, yang akan memungkinkan pengembalian otomatis sanksi internasional terhadap Iran.

Tanggapan Araghchi dan Rencana Negosiasi Selanjutnya

Menanggapi eskalasi diplomatik ini, Araghchi menyatakan bahwa negosiasi mendatang dengan Amerika Serikat masih dalam tahap persiapan. Ia menyebut bahwa tanggal pasti untuk putaran pembicaraan baru akan diklarifikasi dalam beberapa hari ke depan.

Dalam perjalanannya ke Muscat, Oman, Araghchi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi. Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan dalam rangka negosiasi formal, melainkan untuk konsultasi dan pertukaran pandangan. “Segala sesuatunya berjalan dengan baik. Hubungan kami dengan Oman berada dalam jalur positif dengan rasa saling menghormati yang tinggi,” katanya.

Araghchi mengakhiri pernyataannya dengan menegaskan kembali bahwa posisi Iran terkait pengayaan uranium adalah garis merah. “Jika Amerika Serikat dan sekutunya bersikeras pada tuntutan pengayaan nol, maka mustahil untuk mencapai kesepakatan. Eropa harus memperjelas posisi mereka dalam hal ini,” tegasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *