Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Jenderal Jafari: Rezim Zionis Takkan Pulih dalam Waktu Dekat tanpa Sokongan Barat

POROS PERLAWANAN — Komandan Pangkalan Kebudayaan Baqiyatullah, Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari menyatakan bahwa rezim Zionis Israel tengah mengalami pukulan telak akibat kekuatan pertahanan Iran dan kecil kemungkinannya dapat memulihkan diri dalam waktu dekat, kecuali dengan sokongan penuh dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat.

Pernyataan itu ia sampaikan di sela-sela upacara penghormatan untuk Mayor Jenderal Amir Ali Hajizadeh dan para syuhada Pasukan Dirgantara IRGC yang gugur dalam serangan terbaru Israel terhadap struktur Militer Iran.

“Zionis telah menerima pukulan besar dan kini berusaha menutupi skala kehancurannya. Mereka tidak akan segera bangkit. Kesiapan militer mereka memerlukan waktu untuk dipulihkan, dan tanpa dukungan AS dan Barat, mereka tidak akan mampu bertahan menghadapi kami,” tegas Jenderal Jafari, dikutip Tasnim News pada Rabu 2 Juli.

Rudal, Drone dan Spirit Revolusi Peninggaalan Sang Syuhada

Jenderal Jafari mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Jenderal Hajizadeh, yang menurutnya telah mempersembahkan seluruh hidupnya untuk memperkuat kemampuan strategis Iran, khususnya di sektor rudal dan UAV (drone).

“Saya menjadi saksi langsung atas kerja keras Jenderal Hajizadeh yang tanpa henti meningkatkan kesiapan pertahanan. Berkat kepemimpinannya, kemampuan Pasukan Dirgantara IRGC berkembang pesat, dan kita kini memiliki kekuatan strategis yang ditakuti musuh,” ujarnya.

Ia menyebut Hajizadeh sebagai “Panglima Hati”, bukan hanya pemimpin lapangan. Gaya kepemimpinannya dikatakan berakar pada nilai-nilai Al-Quran, dan hal inilah yang membuatnya dicintai oleh rakyat, khususnya generasi muda Iran.

“Ia meninggalkan warisan besar, kekuatan Islam Iran dan kebesaran Revolusi Islam. Peningkatan kekuatan rudal yang ia pelopori kini telah menjadi momok bagi musuh, dan kekalahan mereka adalah awal dari gelombang baru perlawanan di seluruh Kawasan,” imbuhnya.

Kemenangan Strategis dan Konsekuensi yang Belum Berakhir

Jenderal Jafari menekankan bahwa efek dari kekalahan Militer Israel tidak hanya bersifat taktis, tetapi juga strategis dan jangka panjang. Menurutnya, dampaknya akan terus bergulir seiring waktu dan akan membawa konsekuensi besar terhadap postur militer dan diplomasi regional musuh.

“Mereka telah menerima konsekuensi langsung dari pukulan ini, dan akan terus membayar harganya di masa depan. Kadang-kadang, dampak terbesar datang secara perlahan,” kata Jafari dengan nada meyakinkan.

Pernyataan ini mempertegas posisi Iran dan Poros Perlawanan dalam konteks konfrontasi regional pascaserangan rudal dan drone besar-besaran Iran terhadap Israel. Komentar Jenderal Jafari mencerminkan narasi utama Republik Islam, bahwa kekuatan pertahanan mandiri, syuhada sebagai pilar moral, dan keyakinan bahwa dukungan Barat adalah satu-satunya alasan Israel masih berdiri.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *