Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Media Ibrani: Yisrael Katz Siap Gantikan Netanyahu Pimpin Likud

POROS PERLAWANAN — Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz, dilaporkan mulai mempersiapkan langkah politik untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Likud, menyusul melemahnya posisi Perdana Menteri Benyamin Netanyahu setelah perang 12 hari dengan Iran.

Mengutip laporan situs berita berbahasa Ibrani, Kippa pada Sabtu 5 Juli, Kantor Berita Tasnim menyampaikan bahwa Katz mulai secara terbuka memosisikan dirinya sebagai calon kuat pengganti Netanyahu di tubuh Partai Likud. Langkah ini muncul di tengah meningkatnya tekanan politik terhadap Netanyahu dan spekulasi tentang kemungkinan pengunduran dirinya dari kepemimpinan partai maupun jabatan perdana menteri.

Menurut sumber yang dikutip media tersebut, Yisrael Katz telah memulai kampanye politik internal yang agresif, menyasar faksi-faksi utama di dalam partai. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pesan singkat telah dikirimkan kepada tokoh-tokoh kunci di Likud, yang mempromosikan Katz sebagai salah satu arsitek keberhasilan Militer Israel selama konflik dengan Iran.

Salah satu pesan tersebut berisi pertanyaan eksplisit: “Jika Benyamin Netanyahu tidak mencalonkan diri dalam Pemilu mendatang, apakah Anda mendukung pencalonan Menteri Pertahanan Yisrael Katz untuk memimpin Partai Likud?”

Langkah ini dinilai sebagai sinyal awal dimulainya kampanye resmi Katz untuk menggantikan Netanyahu, di tengah eskalasi persaingan internal partai. Bahkan jika Netanyahu tetap bertahan dan maju dalam pemilihan internal Likud berikutnya, kontestasi diperkirakan akan berlangsung sengit.

Persaingan untuk memimpin partai nasionalis terbesar di Israel itu kini memasuki fase terbuka. Sejumlah tokoh potensial lain, seperti Nir Barkat dan Miri Regev, juga disebut-sebut sedang membangun jaringan dukungan internal, namun sumber internal Likud menyebut Katz sebagai kandidat paling siap secara struktur dan jaringan politik.

Langkah Katz ini dipandang sebagai respons langsung terhadap memburuknya citra Netanyahu pascakonflik, serta meningkatnya tekanan dari publik dan elite politik untuk melakukan regenerasi kepemimpinan di puncak kekuasaan Israel.

Tags: