Aksi Protes Besar di Washington Tolak Kunjungan ‘Penjahat Perang’ Netanyahu ke Gedung Putih
POROS PERLAWANAN — Ratusan demonstran memadati kawasan di depan Gedung Putih pada Selasa 8 Juli untuk memprotes kunjungan resmi Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu ke Amerika Serikat. Protes ini digelar di tengah meningkatnya sorotan internasional terhadap Netanyahu, yang kini menjadi subjek investigasi oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Dikutip dari Jaringan Al-Mayadeen, massa aksi menyuarakan penolakan keras terhadap pertemuan antara Netanyahu dan Presiden AS, Donald Trump, dengan membawa spanduk, simbol-simbol Palestina, serta meneriakkan slogan-slogan yang mengecam agresi militer Israel di Gaza.
“Netanyahu adalah penjahat perang!”, teriak salah satu orator dalam demonstrasi yang berlangsung damai namun penuh semangat.
Dukungan untuk Palestina, Kecaman terhadap Kebijakan AS
Aksi ini juga menjadi ajang solidaritas bagi warga sipil Palestina, khususnya di tengah laporan berlanjutnya blokade dan serangan di Jalur Gaza. Para peserta menyerukan penghentian bantuan militer AS kepada Israel serta meminta pertanggungjawaban moral dan hukum atas tindakan rezim Israel di Wilayah Pendudukan.
Bernie Sanders: “Gedung Putih Menyambut Penjahat Perang”
Senator independen Amerika Serikat, Bernie Sanders, ikut melontarkan kritik keras terhadap kunjungan Netanyahu. Melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), ia menulis: “Hari ini, Gedung Putih akan menyambut seorang penjahat perang yang telah didakwa oleh Mahkamah Kriminal Internasional”.
Sanders juga menyinggung kebijakan luar negeri AS yang dianggapnya tidak berubah signifikan antara Pemerintahan Trump dan Biden, terutama terkait konflik di Gaza: “Trump, seperti Biden, terus membantu dan bersekongkol dengan pemerintahan ekstremis Netanyahu dalam membunuh dan membuat warga sipil kelaparan di Gaza”.
Netanyahu dan Investigasi ICC
Mahkamah Pidana Internasional saat ini tengah mengkaji dugaan kejahatan perang yang melibatkan pejabat tinggi Israel dalam operasi militer di wilayah Palestina. Meskipun Amerika Serikat bukan anggota ICC, tekanan internasional terhadap Netanyahu meningkat, termasuk dari organisasi HAM dan kelompok masyarakat sipil di berbagai negara.
Kunjungan Netanyahu ke Gedung Putih berlangsung dalam atmosfer yang sarat ketegangan, bukan hanya di kancah diplomatik internasional, melainkan juga di jantung Ibu Kota Amerika sendiri. Aksi demonstrasi ini mencerminkan ketegangan domestik yang terus tumbuh seiring meningkatnya perhatian publik terhadap tragedi kemanusiaan di Timur Tengah.
