AS dan Boneka-Bonekanya Menargetkan Seluruh Lebanon, Bukan Hanya Hizbullah (6)
POROS PERLAWANAN – Sekretaris Jenderal Hizbullah, Syekh Naim Qasim menyatakan dengan tegas bahwa serangan politik, ekonomi, dan diplomatik yang dilancarkan oleh Amerika Serikat, negara-negara Barat, dan sekutu Arabnya tidak hanya menyasar Hizbullah, tetapi seluruh struktur negara Lebanon.
“Mereka yang mengira tekanan internasional hanya diarahkan kepada Hizbullah tidak memahami kenyataan. Yang menjadi sasaran sesungguhnya adalah Lebanon secara keseluruhan, identitasnya, kedaulatannya, dan kemampuan rakyatnya untuk merdeka.”
Dalam hal ini, beliau memuji peran Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri, menggambarkannya sebagai tokoh nasionalis dan penjaga kesatuan internal, termasuk persatuan Syiah dan Islam secara umum. Berri, menurut Syekh Qasim, bersikap tegas dalam menolak normalisasi dan menuntut penarikan total pasukan Pendudukan Zionis dari wilayah Lebanon.
Persamaan Emas: Tentara, Rakyat, dan Perlawanan
Syekh Qasim menegaskan bahwa keberadaan Hizbullah adalah jantung dari kekuatan Lebanon, dan melemahkan Perlawanan berarti membuka pintu untuk pendudukan Zionis kembali.
“Zionis ingin menghapus kekuatan Perlawanan demi menghapus kekuatan Lebanon itu sendiri. Akan tetapi, kami punya persamaan emas: tentara, rakyat, dan Perlawanan. Selama ini bertahan, Lebanon akan tetap berdiri.”
Isu Syiah Lebanon: Menentang Pengucilan Sistematis
Menanggapi upaya pengucilan kelompok Syiah dari dinamika politik Lebanon, Syekh Qasim menyampaikan: “Ada yang ingin Pemilu digelar tanpa partisipasi Syiah, dan parlemen tanpa representasi Hizbullah atau Amal. Ini tidak hanya ide berbahaya, tapi serangan langsung terhadap unit sosial utama Lebanon.”
Ia menegaskan bahwa komunitas Syiah berada di garda terdepan perlawanan dan pertahanan wilayah selatan. Jika mereka dikeluarkan dari sistem politik, maka celah besar akan terbuka bagi ekspansi Zionis.
Tentang Hubungan Hizbullah dengan Partai-Partai Lokal (Parpol domestik): Selektif dan Strategis
1. Partai Pasukan Lebanon (Samir Geagea):
“Ini bukan mitra, tapi proyek Zionis. Tidak ada ruang untuk dialog, dan kami tidak akan menjalin hubungan apa pun dengannya.”
2. Partai Kataeb:
“Kami terbuka untuk berdiskusi. Sudah ada pertemuan, meskipun tertutup, dan kami akan terus melanjutkan saluran komunikasi ini.”
3. Gerakan Masa Depan:
“Ada saluran komunikasi. Saat Saad Hariri masih aktif di dalam negeri, koordinasi berjalan baik meski pengaruh politiknya menurun.”
Langkah Politik Baru Hizbullah: Restrukturisasi Nasional
Syekh Qasim mengumumkan bahwa Hizbullah sedang melakukan restrukturisasi politik menyeluruh untuk menyikapi fase baru pascaperang. Ini termasuk:
1. Pembentukan komite-komite strategis
2. Evaluasi lintas sektoral (media, pendidikan, budaya, politik)
3. Formulasi strategi dalam waktu dua bulan ke depan.
“Fase baru menuntut kita untuk bekerja lebih cermat, lebih terorganisasi, dan memanfaatkan setiap elemen kekuatan nasional.”
Pintu Terbuka untuk Dunia Arab dan Turki
Mengenai relasi luar negeri Lebanon, Syekh Qasim menyatakan, “Kami menyambut keterlibatan negara-negara Arab dan regional, termasuk Turki, selama hubungan itu berbasis pada keadilan dan kesetaraan. Lebanon bukanlah tanah jajahan diplomatik, dan kami menolak pendekatan superioritas.”
Ia menegaskan bahwa Hizbullah siap berdialog dan bekerja sama dalam kerangka kedaulatan mutual dan saling menguntungkan, bukan dominasi politik.
Sikap terhadap UNIFIL: Dukungan Bersyarat
Mengenai keberadaan pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon, Syekh Qasim menyatakan bahwa Hizbullah mendukung perpanjangan misi satu tahun, dengan syarat:
1. Pasukan harus mematuhi mandat asli PBB,
2. Tidak boleh memasuki properti sipil atau desa tanpa koordinasi dengan tentara Lebanon.
“Kami tidak menolak kehadiran internasional yang netral, tapi kami menolak pelanggaran kedaulatan. UNIFIL harus tahu batasnya.”
Penutup: Krisis adalah Momentum, Bukan Musibah
Dengan retorika tajam dan ketegasan karakteristik Hizbullah, Syekh Naim Qasim menggarisbawahi bahwa serangan terhadap Perlawanan adalah serangan terhadap Lebanon, dan musim baru politik akan menjadi ujian, sekaligus peluang, untuk membentuk kembali kekuatan rakyat, menghalau infiltrasi Zionis-Imperialis, dan menghidupkan kembali Lebanon sebagai negara merdeka.
Bersambung…
