Haaretz Sematkan Julukan Sarkastis untuk Menlu Israel
POROS PERLAWANAN – Pengusiran Utusan PBB oleh Israel memicu reaksi keras berbagai media Zionis; sesuatu yang menjadi penanda lain keruhnya hubungan Tel Aviv dengan lembaga-lembaga internasional. Harian Haaretz pun memberikan julukan baru kepada Menlu Israel, Gideon Sa’ar.
Diberitakan Fars, Haaretz dalam laporannya menyebut Sa’ar sebagai “Menteri Kelaparan.” Dia dipandang sebagai orang yang menekan dan mencekik satu-satunya lembaga bantuan yang aktif di Gaza.
Harian Israel ini menyatakan, Sa’ad harus segera menarik keputusannya. Pemerintah dan Militer Israel mesti membuka perlintasan-perlintasan untuk masuknya makanan serta bantuan kemanusiaan. PBB dan lembaga-lembaga bantuan lain juga harus diberi izin untuk beraktivitas tanpa larangan.
Harian Yedioth Ahronoth pada hari ini juga menulis,”Di Gaza, ada anak-anak yang kelaparan. Kita harus menerima kenyataan ini. Kita harus segera mengubah cara distribusi bantuan kemanusiaan.”
Beberapa hari lalu, Kemenlu Israel mengumumkan tidak akan memperpanjang visa tinggal Ketua Kanfor Koordinasi Kemanusiaan PBB, Jonathan Whittall. Keputusan ini diambil lantaran Whittall dianggap melakukan “tindakan tendensius” dan melontarkan kritik tajam terhadap aksi-aksi Rezim Zionis di Gaza.
Kemenlu Israel mengeklaim bahwa pejabat PBB itu telah “menyimpangkan fakta.” Sebab itu, Tel Aviv memutuskan tidak memperpanjang visa untuk Whittall.
Dalam statemennya, Whittall mendeskripsikan kondisi warga Gaza sebagai “pembantaian massal nyata.” Dia mengutuk digunakannya pelaparan sebagai senjata terhadap warga sipil. Ia memperingatkan, stuasi ini menyebabkan ketelantaran, kematian bertahap, dan vonis hukuman mati bagi orang-orang yang hanya berusaha bertahan hidup.
