Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

UNICEF dan UNRWA Bunyikan Alarm Kelaparan di Gaza: Anak-anak Sekarat, Dunia Harus Bertindak

UNICEF dan UNRWA Bunyikan Alarm Kelaparan di Gaza: Anak-anak Sekarat, Dunia Harus Bertindak

POROS PERLAWANAN — PBB kembali mengeluarkan peringatan keras mengenai krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaza. Dua Badan utama, UNICEF dan UNRWA menyampaikan bahwa Gaza kini menghadapi kelaparan skala besar akibat blokade ketat dan serangan militer yang menghancurkan total jalur distribusi bantuan.

Menurut laporan Al Jazeera pada Jumat malam 1 Agustus, seorang pejabat eksekutif UNICEF menyatakan bahwa situasi di Gaza berada pada titik kritis.

“Kami memiliki bukti bahwa Gaza telah melewati ambang batas kelaparan. Satu dari tiga warga tidak makan selama beberapa hari. Kami ingin Gaza dibanjiri bantuan melalui pembukaan perlintasan,” tegasnya.

Anak-anak Gaza: Kelaparan, Sekarat, dan Terlupakan

Pejabat UNICEF tersebut menambahkan bahwa laju distribusi bantuan sangat lambat dan jauh dari mencukupi: “Bantuan tidak mencapai Gaza secepat dan sebanyak yang dibutuhkan. Anak-anak di Gaza kelaparan dan sekarat. Ribuan lainnya mengalami malnutrisi akut.”

Pernyataan ini memperkuat laporan sebelumnya dari organisasi HAM dan medis internasional yang menyebutkan bahwa akses terhadap air bersih, pangan, dan layanan kesehatan telah runtuh akibat blokade Israel yang diperkuat dengan serangan udara dan darat.

UNRWA: Bantuan Udara adalah Ilusi Kemanusiaan

Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini turut menyoroti kegagalan pendekatan internasional yang hanya menawarkan solusi simbolik tanpa mengatasi akar masalah: blokade.

Dalam keterangannya, Lazzarini menyatakan, “Pengangkutan udara 100 kali lebih mahal dibandingkan pengiriman melalui truk, namun hanya membawa setengah jumlah bantuan.”

“Jika ada kemauan politik untuk menyetujui pengiriman udara yang mahal, tidak efisien, dan tidak memadai, maka seharusnya ada kemauan yang sama untuk membuka perlintasan darat yang vital.”

Pernyataan ini menyiratkan bahwa krisis Gaza bukan akibat bencana alam atau logistik, melainkan kehendak politik yang disengaja untuk membiarkan penderitaan berlanjut demi kepentingan strategis pihak tertentu.

Hamas: Bantuan Udara Tidak Aman bagi Warga

Salah satu Pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Bassem Naim, juga menyampaikan kekhawatiran serius terhadap metode distribusi bantuan melalui udara.

Ia menyebutnya berbahaya dan tidak layak, mengingat risiko kesalahan jatuhnya bantuan, keterbatasan jumlah, serta potensi manipulasi dari pihak-pihak yang memiliki kontrol udara penuh di wilayah tersebut, yakni Israel.

Krisis kelaparan di Gaza bukanlah akibat dari bencana yang tak terhindarkan, melainkan hasil dari pengepungan yang disengaja dan dukungan diam-diam dari kekuatan global terhadap kebijakan blokade. Seruan dari UNICEF dan UNRWA bukan sekadar alarm kemanusiaan, melainkan tuntutan moral: buka perlintasan, akhiri blokade, dan hentikan pembantaian terhadap rakyat sipil Palestina.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *