Hamas: Kami Tidak Akan Pernah Menyerahkan Senjata Kami, Bahkan Selongsong Peluru Sekalipun
POROS PERLAWANAN — Seorang pejabat tinggi Hamas menegaskan bahwa Gerakan Perlawanan Palestina tidak akan pernah menyerahkan senjata mereka, meskipun berada di bawah tekanan dari negara-negara Barat dan para pendukung rezim Zionis yang mendesak pelucutan kekuatan bersenjata kelompok tersebut.
Menurut laporan Mehr News Agency pada Sabtu 2 Agustus, tokoh senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Ghazi Hamad, dalam wawancara dengan jaringan Al Jazeera Mubasher menegaskan: “Senjata Perlawanan adalah inti dari perjuangan Palestina, dan telah menjadi konsensus nasional bahwa senjata ini harus dilestarikan. Kami tidak akan menyerahkan bahkan selongsong peluru kosong sekalipun.”
Hamad menegaskan bahwa pelestarian kekuatan bersenjata Perlawanan merupakan prinsip yang tak bisa ditawar. Menurutnya, satu-satunya jalan untuk mengakhiri perang di Gaza adalah melalui perjanjian damai yang bersifat komprehensif. Ia memperingatkan bahwa perjanjian parsial justru memberi kesempatan bagi rezim Zionis untuk kembali melanjutkan serangan mereka.
Ia juga menyoroti sikap yang kompak dari berbagai faksi Palestina: “Senjata Perlawanan bukanlah alat tawar-menawar atau isu yang dapat dilepas. Selama pendudukan masih berlangsung, senjata ini akan tetap berada di tangan para pejuang Perlawanan.”
Hamad menambahkan bahwa proses negosiasi harus berjalan berdasarkan kerangka kesepakatan menyeluruh, yakni kesepakatan yang mampu mengakhiri penderitaan rakyat Palestina yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
“Pengalaman membuktikan bahwa kesepakatan sementara hanya memberi waktu bagi rezim Pendudukan untuk menyusun ulang agresinya.”
Dalam pernyataannya, Hamad juga mengecam Utusan Khusus Pemerintahan Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, karena dinilai tidak menunjukkan kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan yang kritis di Gaza. Ia menuding Witkoff sengaja mengabaikan penderitaan, kelaparan, dan pengepungan yang dialami rakyat Gaza, bertentangan dengan informasi lapangan dan laporan berbagai lembaga internasional.
Mengenai perkembangan terbaru dalam negosiasi tidak langsung, Hamad menyampaikan bahwa mediator dalam pertemuan terakhir menilai tanggapan Hamas sebagai positif. Namun secara mengejutkan, delegasi Israel tiba-tiba menarik diri dari meja perundingan tanpa alasan yang jelas.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali posisi prinsipil Hamas: “Kami tetap berkomitmen pada posisi kami dan tidak akan pernah menyetujui rencana apa pun yang menargetkan esensi dari Perlawanan.”
