Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Ma’ariv: Perlawanan Masih Berlanjut, Israel di Ambang Kekalahan Bersejarah

POROS PERLAWANAN — Surat kabar Zionis, Ma’ariv, sebagaimana dilaporkan oleh Kayhan pada Sabtu 2 Agustus, mengungkapkan tingkat keputusasaan rezim Israel dalam menghadapi ketangguhan Hamas dan perlawanan gigih rakyat Palestina di Jalur Gaza. Dalam laporannya, media tersebut menulis: “Perlawanan di Gaza tetap bertahan, dan Israel kini berada di ambang kekalahan yang bersifat historis”.

Sudah 22 bulan sejak dimulainya agresi brutal Israel terhadap rakyat Palestina, sebuah aksi militer yang didukung penuh oleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Selama periode tersebut, rezim Zionis telah melakukan berbagai kejahatan atas nama “penghancuran Hamas” dan “pembebasan sandera”, termasuk penggunaan kelaparan sebagai senjata dalam upaya memaksa warga Gaza menyerah dan mengosongkan wilayah mereka.

Dengan memblokade total distribusi makanan, air, dan obat-obatan, Israel secara de facto telah memasuki fase akhir dari proyek pembersihan etnis di Gaza. Gambar-gambar memilukan anak-anak Palestina yang tinggal kulit dan tulang, telah menggugah simpati global dan memicu gelombang kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk komunitas internasional yang sebelumnya pasif.

Tsunami Global Melawan Israel

Jajak pendapat yang dilakukan oleh Channel 12 Israel menunjukkan bahwa mayoritas warga Zionis kini merasa takut bepergian ke luar negeri karena meningkatnya gelombang kebencian global terhadap negara tersebut. Sejumlah jenderal dan media Israel secara terbuka memperingatkan bahwa publikasi gambar-gambar kelaparan di Gaza memiliki potensi merusak lebih besar dibandingkan serangan militer terhadap infrastruktur.

Situs berita Walla menyebut arus politik dan diplomatik yang muncul sebagai “keruntuhan diplomatik terbesar Israel sejak berdirinya negara ini”.

Sementara itu, Yedioth Ahronoth mengakui bahwa setelah hampir dua tahun perang, Israel belum mencapai satu pun tujuan strategisnya: Hamas belum hancur, dan para sandera belum kembali.

Pengakuan dari Dalam: Perlawanan Masih Tegak

Dalam laporannya, Ma’ariv menegaskan bahwa Israel belum berhasil mewujudkan satu pun dari target awal agresi militernya. Analis militer Ma’ariv, Avi Ashkenazi menulis: “Setelah hampir 22 bulan perang, Israel berada dalam dilema nyata, akibat langsung dari kegagalan kepemimpinan politik dalam membuat keputusan yang matang. Jika situasi ini terus berlanjut, Israel akan mengalami salah satu kekalahan politik dan strategis terbesar dalam sejarahnya”.

Ashkenazi menyebut aspek paling memalukan dari kekalahan ini adalah kegagalan untuk menghancurkan Hamas dan memulangkan para sandera. Ia juga mengkritik kebingungan internal serta perpecahan tajam dalam kepemimpinan Israel. Rencana operasional terbaru yang digariskan oleh Kepala Staf IDF, Eyal Zamir, menurutnya hanya mengandalkan pengepungan Kota Gaza dan intensifikasi serangan udara, darat, dan laut tanpa strategi politik yang terintegrasi.

Tags: