Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Suplai Bantuan dari Udara: Bukan Pertolongan Nyata, Tapi Penipuan Media

Suplai Bantuan dari Udara: Pertolongan Nyata atau Penipuan Media?

POROS PERLAWANAN – Seorang remaja dari barat Gaza, Saji Mahmoud mengatakan,”Sepanjang hari, kami terus menatap ke langit. Namun bantuan-bantuan jatuh di tempat yang bahkan jika kami bisa ke sana, hanya bisa dimanfaatkan sejumlah orang terbatas. Sementara lainnya masih tetap kelaparan.”

Dilansir Fars, narasi ini menunjukkan ilustrasi pahit dari kondisi yang di situ aksi-aksi kemanusiaan sekalipun tidak ada gunanya di tengah terjadinya perang, blokade, dan pengeboman.

Sejak Rezim Zionis secara resmi mengizinkan penerjunan bantuan kemanusiaan secara terbatas ke Gaza, operasi-operasi udara untuk mengirim bantuan-bantuan ini telah dilakukan. Keputusan yang diumumkan pada 25 Juli di sebagian kawasan ini rencananya akan menjadi jalan untuk setidaknya menyuplai bantuan ke daerah-daerah yang diblokade. Namun laporan lapangan dan data-data dari berbagai lembaga kemanusiaan menunjukkan ketidakefektifan, keterbatasan, bahkan keberbahayaan metode ini.

Meski penerjunan bantuan dari udara sudah dimulai, namun tak ada tanda-tanda bahwa krisis di Gaza telah berkurang. Kondisi kelaparan kian memburuk dari hari ke hari. Berdasarkan statistik resmi Kemenkes Palestina, hingga sekarang sedikitnya 169 warga Palestina, termasuk 93 anak, kehilangan nyawa akibat kelaparan dan malnutrisi.

Laporan-laporan menunjukkan, sebagian besar paket bantuan mendarat di kawasan-kawasan militer yang dikontrol Militer Israel; kawasan-kawasan yang tidak bisa diakses oleh warga Palestina. Para penduduk lokal menyatakan, banyak paket bantuan yang jatuh ke laut atau mendarat di kawasan yang mustahil diakses.

“Penerjunan bantuan dilakukan berbarengan dengan pengeboman kawasan. Bukan hanya tidak bisa diakses, bantuan-bantuan itu juga begitu minim dan tidak memadai, yang tidak bisa mengubah kondisi mengenaskan kami,” kata pengungsi Palestina, Imad Ibrahim kepada situs Arabi21.

Badan-badan internasional seperti UNRWA mengkritik pedas tindakan ini dan menganggapnya sebagai bentuk penipuan media. Menurut UNRWA, penerjunan bantuan dari udara bukan sekadar tidak bisa mengatasi krisis, bahkan justru menutupinya dan menjauhkan opini publik dari realita bencana yang sebenarnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *