Hamas: Senjata Perlawanan Milik Seluruh Rakyat Palestina
POROS PERLAWANAN – Anggota Kantor Politik Hamas, Husam Badran menyatakan bahwa ancaman Israel untuk meneror para pemimpin Hamas di dalam dan luar Gaza “hal tak berharga yang terus diulang-ulang.” Menurutnya, ancaman-ancaman tersebut tidak memengaruhi kebijakan Hamas sama sekali.
“Faksi-faksi Perlawanan menghadapi rezim yang tidak menghormati hukum sama sekali dan diatur oleh sindikat penjahat,” kata Badran kepada al-Jazeera, Fars melaporkan.
Sembari menyatakan bahwa Hamas bertujuan untuk menghentikan perang dan agresi brutal atas warga Gaza, Badran menambahkan bahwa Israel keluar dari putaran terbaru perundingan, menyusul tercapainya kesepahaman yang disepakati dan didukung para mediator.
Menurut petinggi senior Hamas ini, sekarang tak ada satu pun delegasi untuk perundingan. Namun Hamas tetap melanjutkan kontak dengan para mediator. “Kini bola ada di lapangan Rezim Pendudukan dan kubu AS,” kata Badran.
“Witkoff (Utusan Trump) dan Israel sekarang berunding satu sama lain. Tidak ada satu pun tawaran baru. Apa yang sudah dicapai dalam kesepahaman baru-baru ini adalah hal logis.”
“Senjata Perlawanan adalah milik faksi-faksi Palestina dan seluruh rakyat, bukan hanya Hamas. Sebab itu, pembicaraan soal itu adalah sebuah isu Palestina.”
“Berikan kepada kami negara Palestina dengan kedaulatan penuh, agar senjata Perlawanan menjadi bagian dari senjata Pemerintah dan Militernya. Senjata ini untuk mengusir Rezim Pendudukan dan mendirikan negara Palestina, bukan sekadar mengakui Palestina.”
“Senjata Perlawanan adalah dongeng yang dikarang untuk mengecoh dan menyesatkan dunia. Buktinya adalah kejadian-kejadian saat ini di Tepi Barat dan kejahatan yang dilakukan para pemukim Zionis. Masalah utama bukan senjata Perlawanan, namun keberlanjutan pendudukan. Selama rakyat Palestina belum memiliki negara, Kawasan tidak akan damai.”
