Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Aksi Mogok Nasional Lumpuhkan Israel, Ribuan Demonstran Desak Kesepakatan Pertukaran Tahanan dengan Hamas

POROS PERLAWANAN – Ribuan orang menggelar unjuk rasa dan pemogokan umum nasional di Israel pada Minggu 17 Agustus, menuntut Netanyahu menyetujui kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas serta mengakhiri perang di Gaza. Aksi ini memicu gangguan besar-besaran di seantero negeri.

Demonstran memblokir jalan-jalan utama dan berkumpul di depan kediaman para menteri, termasuk Menteri Pertahanan Yisrael Katz dan Menteri Pendidikan Yoav Kisch, menurut laporan media Israel.

Protes dilaporkan terjadi di lebih dari 350 lokasi, dengan ratusan akademisi dari Universitas Tel Aviv menutup jalan Mordechai Namir, sementara aktivis perempuan menghalangi Jalan Ayalon.

Lembaga Penyiaran Israel (KAN) melaporkan lima orang ditangkap selama protes, termasuk di Jalan Raya 1 dekat Yerusalem.

“Waktu Hampir Habis”

Dalam pernyataan tertulis, keluarga tahanan menegaskan: “Negara ini berhenti karena tak bisa lagi melanjutkan jalan ini. Kami telah membayar harga mahal dan tak ingin lebih banyak keluarga menderita”.

Mereka memperingatkan bahwa nyawa tahanan Israel di Gaza terancam jika rezim Netanyahu tidak segera bertindak. “Kami lelah dengan slogan dan penundaan. Hanya rakyat yang bisa bawa pulang orang-orang yang diculik”, tambah mereka.

Forum Keluarga Tawanan mengumumkan rencana mendirikan tenda protes di perbatasan Gaza besok, sementara armada kapal dikerahkan ke Laut Galilea untuk mendesak diakhirinya perang.

Dukungan Publik dan Respons Pemerintah

Jajak pendapat Maariv menunjukkan:

1. 16% warga Israel berpartisipasi aktif dalam mogok kerja.
2. 40% mendukung tujuan protes meski tidak mogok.
3. 29% menolak aksi ini.

Pemogokan dimulai pukul 07.00 waktu setempat, dengan ratusan perusahaan dan otoritas lokal mengizinkan karyawan bergabung dalam unjuk rasa. Acara puncak direncanakan di depan Kementerian Pertahanan dan Lapangan Habima, Tel Aviv.

Lima Poin Kunci:

1. Tuntutan Utama: Penghentian perang di Gaza dan transisi ke negosiasi pertukaran tahanan.
2. Peserta: Dipimpin keluarga tahanan, didukung serikat pekerja, pemerintah daerah, dan partai oposisi.
3. Dampak Ekonomi: Kerugian diperkirakan mencapai miliaran Shekel akibat penutupan bisnis massal.
4. Tekanan Politik: Protes menguji stabilitas rezim Benyamin Netanyahu di tengah kritik internasional.
5. Titik Balik: Keluarga tahanan berubah dari kelompok kemanusiaan menjadi kekuatan politik signifikan.

Analisis: Taruhan Berisiko Netanyahu

Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Yair Golan menuduh Netanyahu mengabaikan suara mayoritas. “Pemerintah berbohong seperti bernapas dan menjual ilusi kemenangan mutlak,” katanya kepada Radio Angkatan Darat.

Para analis menyebut protes ini sebagai krisis politik terbesar sejak perang dimulai, dengan dua pilihan bagi Netanyahu: menyerah pada tekanan publik atau mempertahankan perang dengan risiko perpecahan domestik dan isolasi global.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *