Kerahkan Kapal Perang AS ke Perairan Dekat Venezuela, Gedung Putih Terang-terangan Ancam Maduro
POROS PERLAWANAN – Tiga kapal perang Amerika Serikat dilaporkan tengah berlayar menuju perairan dekat Venezuela atas perintah Presiden Donald Trump. Armada tersebut diperkirakan tiba di lokasi pada akhir pekan ini, sebagaimana dilaporkan Reuters, Al Jazeera, dan AFP pada Kamis 21 Agustus.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Washington yang diklaim untuk memerangi perdagangan narkoba dari Amerika Latin. Namun, pengerahan kapal perang tersebut terjadi di tengah meningkatnya tekanan politik Pemerintahan Trump terhadap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.
Tekanan terhadap Maduro Meningkat
Washington baru-baru ini menaikkan imbalan atas penangkapan Maduro hingga 50 juta Dolar AS, dengan tuduhan bahwa ia bekerja sama dengan jaringan kartel narkoba internasional. Menurut laporan, tiga kapal perusak berpeluru kendali kelas Aegis yang membawa sekitar 4.500 personel, termasuk 2.200 Marinir sedang menuju ke perairan Karibia dekat Venezuela.
Dua sumber yang mengetahui operasi ini, dengan syarat anonim, mengatakan kepada Reuters bahwa armada tersebut akan tiba pada Minggu mendatang.
Sebagai respons, Maduro pada Senin lalu menyatakan akan mengerahkan jutaan anggota milisi di seluruh Venezuela untuk menghadapi apa yang disebutnya sebagai “ancaman langsung” dari Amerika Serikat.
Narasi Washington
Pemerintahan Trump menuduh Maduro memimpin jaringan perdagangan kokain yang dikenal sebagai “Cartel de los Soles”, yang bulan lalu ditetapkan Departemen Keuangan AS sebagai organisasi teroris.
“Presiden Trump telah dengan tegas menyatakan kesiapannya menggunakan seluruh instrumen kekuatan Amerika untuk menghentikan masuknya narkoba ke negara kita dan menyeret para pelakunya ke pengadilan,” kata Juru Bicara Gedung Putih, Carolyn Leavitt, Selasa lalu.
Ia menambahkan: “Bagi Pemerintah Amerika saat ini, Maduro bukanlah Presiden sah Venezuela, melainkan pemimpin kartel buron yang telah didakwa atas tuduhan perdagangan narkoba ke Amerika Serikat.”
Respons Venezuela
Koresponden Al Jazeera untuk Amerika Latin, Lucia Newman melaporkan bahwa Maduro telah memerintahkan seluruh pesawat tanpa awak (drone) dikerahkan dan bersiaga selama 30 hari. Hal ini, menurut Newman, menunjukkan bahwa Caracas lebih mengantisipasi potensi serangan udara daripada serangan laut.
Lebih jauh, Newman menilai bahwa pengerahan kapal perang AS ke Karibia bukan sekadar ancaman terhadap Venezuela, melainkan pesan strategis yang bisa berlaku untuk banyak negara lain di Kawasan Amerika Latin.
