Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Francesca Albanese dan FPA Desak Israel Dihukum atas Serangan Mematikan terhadap Wartawan Gaza

Francesca Albanese dan FPA Desak Israel Dihukum atas Serangan Mematikan terhadap Wartawan Gaza

POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, serangan udara Israel di Kompleks Medis Nasser, Gaza, kembali memicu gelombang kecaman internasional setelah menewaskan sedikitnya 20 warga Palestina, termasuk lima wartawan dan sejumlah petugas medis. Insiden ini terjadi ketika pasukan Israel menggempur kompleks tersebut dua kali berturut-turut, menargetkan tim penyelamat yang sedang mengevakuasi korban serangan pertama.

Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina, Francesca Albanese, pada Senin 25 Agustus menyampaikan seruan mendesak agar komunitas global segera mengambil tindakan tegas. Melalui akun X resminya, ia mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya jumlah korban sipil di Gaza yang sebagian besar tidak terdokumentasi.

“Saya memohon kepada semua pemerintah di dunia: berapa banyak pembantaian lagi yang harus kita saksikan sebelum Anda menghentikannya?” tulis Albanese.

Ia juga menekankan bahwa langkah nyata seperti penghentian blokade Gaza, embargo senjata menyeluruh terhadap Israel, serta sanksi internasional yang terarah sangat mendesak dilakukan. Menurutnya, ketidakpedulian global hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat Palestina dan memperkuat pelanggaran Israel terhadap hukum internasional.

Kantor Media Pemerintah di Gaza kemudian merilis identitas lima wartawan yang tewas, yaitu Hossam al-Masri (Reuters), Mohammed Salama (Al Jazeera), Maryam Abu Daqa (Independent Arabia dan Associated Press), Moaz Abu Taha (NBC News), serta Ahmad Abu Aziz (Quds Feed Network). Kelimanya dilaporkan sedang meliput situasi darurat di rumah sakit tersebut ketika bom kedua menghantam area yang sama.

Hingga kini, jumlah jurnalis yang tewas sejak dimulainya agresi Israel pada Oktober lalu mencapai 245 orang. Kantor media setempat menyebut serangan tersebut sebagai “kejahatan mengerikan” yang secara langsung menargetkan kebebasan pers.

Asosiasi Pers Asing (FPA) ikut mengeluarkan pernyataan keras, menuntut penjelasan resmi dari Pasukan Pendudukan Israel (IOF) dan kantor Perdana Menteri Israel. “Kami menyerukan kepada Israel untuk segera menghentikan praktik brutal yang mengorbankan jurnalis,” tegas FPA, seraya mengingatkan bahwa meningkatnya serangan terhadap pekerja media di Gaza mengancam keselamatan jurnalis dan kebebasan informasi di wilayah konflik tersebut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *