Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Menlu Pakistan: Kami Tidak Mengakui Negara Israel

POROS PERLAWANAN – Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan, Muhammad Ishaq Dar menegaskan bahwa Pakistan tidak mengakui Israel sebagai negara dan mengecam keras agresi militer Tel Aviv terhadap wilayah Gaza serta dugaan pelanggaran kedaulatan Qatar.

Pernyataan tersebut disampaikan Dar dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi Al Jazeera, pada Minggu malam 14 September, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan upaya diplomasi yang sedang berlangsung di Doha.

“Kami menyatakan solidaritas penuh kami dengan Pemerintah Qatar dan mengutuk keras serangan Israel terhadap kedaulatannya,” ujar Dar.

Lebih lanjut, ia menyebut Israel sebagai “negara jahat” yang bertanggung jawab atas kematian puluhan ribu warga sipil di Jalur Gaza sejak eskalasi terbaru dimulai. Ia menegaskan bahwa Pakistan tidak akan pernah mengakui Israel selama penjajahan dan kekerasan terhadap rakyat Palestina masih berlangsung.

“Kami tidak mengakui negara Israel, dan selama Umat Islam tidak bersatu, tindakan biadab penjajah akan terus berlanjut,” katanya.

Usulan Tujuh Poin dan Harapan pada KTT Doha

Dalam pernyataannya, Dar juga mengungkapkan bahwa Pakistan telah mengajukan proposal tujuh poin kepada negara-negara Arab dan Islam, sebagai bagian dari inisiatif penyelesaian konflik Gaza secara menyeluruh.

Ia menekankan bahwa poin paling mendesak dalam proposal tersebut adalah seruan gencatan senjata segera dan tanpa syarat.

“Kami berharap KTT negara-negara Arab dan Islam yang digelar di Doha dapat menghasilkan peta jalan praktis untuk menghentikan kebrutalan Israel dan mendorong penyelesaian adil bagi rakyat Palestina,” ujarnya.

Konteks Diplomatik dan Sikap Konsisten Pakistan

Sikap Pakistan yang tidak mengakui Israel telah menjadi kebijakan luar negeri resmi sejak negara itu berdiri. Pakistan, negara dengan penduduk Muslim terbesar kedua di dunia, menegaskan bahwa pengakuan terhadap Israel hanya akan dipertimbangkan jika Solusi Dua Negara ditegakkan dan rakyat Palestina mendapatkan hak mereka sepenuhnya.

Sejak eskalasi terbaru di Gaza yang dimulai pada akhir 2023, Pakistan telah:

1. Menyerukan gencatan senjata segera di berbagai forum internasional, termasuk di PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

2. Mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui mitra regional.

3. Menolak tekanan dari negara-negara Barat untuk melonggarkan posisinya terhadap Israel.

Sikap terbaru Muhammad Ishaq Dar mempertegas komitmen Pakistan dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina dan menunjukkan pergeseran diplomasi Muslim global ke arah konfrontasi lebih tegas terhadap tindakan Militer Israel.

Pernyataan tegas Menteri Luar Negeri Pakistan menambah tekanan internasional terhadap Israel di tengah gelombang kritik global atas agresinya di Gaza. Dengan hadirnya usulan tujuh poin dari Pakistan dan dukungan yang terus tumbuh di antara negara-negara Muslim, dunia menyaksikan apakah seruan solidaritas ini akan berkembang menjadi langkah konkret yang mampu mengubah arah konflik dan diplomasi di Timur Tengah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *