Spanyol: Israel Tidak Layak Diberi Tempat dalam Ajang Internasional Apapun
POROS PERLAWANAN – Wakil Perdana Menteri Spanyol, Yolanda Díaz menegaskan bahwa Israel tidak seharusnya diizinkan untuk berpartisipasi dalam ajang olahraga maupun kegiatan budaya internasional. Pernyataan ini disampaikannya sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina dan penolakan terhadap normalisasi kekerasan di Gaza.
Dikutip dari Sputnik pada Senin 15 September, Díaz menyampaikan dukungannya terhadap aksi protes besar-besaran yang dilakukan warga Spanyol terhadap partisipasi tim Israel dalam ajang balap sepeda Vuelta a Espana. Aksi tersebut berujung pada pembatalan tahap akhir perlombaan yang sedianya digelar di Madrid.
“Masyarakat Spanyol menolak normalisasi genosida di Gaza melalui ajang olahraga dan budaya. Israel tidak boleh diberi tempat dalam acara apa pun,” ujar Díaz dalam pernyataannya kepada media.
Perlombaan Vuelta a Espana terpaksa dihentikan pada Minggu sore waktu setempat, ketika para peserta mulai memasuki Kota Madrid. Ribuan demonstran pro-Palestina memblokade sejumlah titik di sepanjang rute balapan, memicu bentrokan dengan aparat kepolisian.
Stasiun televisi nasional Spanyol, RTVE menayangkan cuplikan aksi protes di mana para demonstran menyingkirkan barikade logam dan menerobos ke jalur balapan. Mereka meneriakkan slogan-slogan penentangan terhadap Israel dan mengecam kekerasan yang dilakukan terhadap warga Palestina.
Demonstrasi ini digelar sebagai bentuk penolakan terhadap kehadiran tim Israel dalam kompetisi, yang oleh para pengunjuk rasa dianggap sebagai upaya normalisasi terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Rezim Zionis.
Lebih dari 1.000 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan jalannya acara. Namun, menurut laporan Sputnik, aparat kesulitan membubarkan massa yang jumlahnya diperkirakan mencapai 100.000 orang. Mereka tetap bertahan dan menyuarakan dukungan bagi rakyat Palestina yang terus mengalami penindasan.
Aksi ini menandai salah satu protes terbesar terkait Palestina yang pernah terjadi di Spanyol dalam beberapa tahun terakhir, serta mempertegas sikap sebagian masyarakat Eropa yang menolak keterlibatan Israel dalam forum-forum internasional selama konflik di Gaza terus berlangsung.
