Pemimpin Ansharullah Ungkap Peran Utama Mata-Mata yang Menyamar sebagai Personel Organisasi PBB di Yaman
POROS PERLAWANAN – Dalam pidato pada Kamis malam 16 Oktober, Pemimpin Ansharullah, Sayyid Abdulmalik Badrudin al-Houthi menyoroti berita gugurnya Kepala Staf Militer Yaman, Mohammad Abdulkarim al-Ghamari akibat teror Rezim Zionis.
“Angkatan Bersenjata mengumumkan hari ini kabar syahidnya saudara dan rekan kita, Panglima Besar dan Kepala Staf Mayor Jenderal Mohammed Abdulkarim Al-Ghamari, sebagai pengakuan atas kontribusinya yang besar dalam dukungan Yaman dalam kerangka pertempuran ‘Kemenangan yang Dijanjikan dan ‘Jihad Suci,’” kata al-Houthi, diberitakan Kantor Berita Saba.
Ia menyanjung rakyat Yaman yang terus berjuang dan hanya takut kepada Allah, meski harus mempersembahkan syuhada.
“Di barisan terdepan para syuhada kita terdapat pejabat pemerintah, dipimpin oleh Perdana Menteri, anggota Angkatan Bersenjata, dan putra-putra rakyat kita dari berbagai kelompok, yang telah mempersembahkan pengorbanan besar.”
“Pada peringatan syahidnya (Yahya) al-Sinwar, kita berhenti sejenak untuk mencatat kegagalan musuh Israel dan pendukungnya, terutama AS, yang terpaksa masuk ke dalam negosiasi dalam kerangka kesepakatan pertukaran.”
“Israel gagal meskipun menerima dukungan terbuka dan mutlak dari AS, Barat, dan mobilisasi penuh Zionisme global di belakangnya.”
“Meskipun Israel telah menyatakan niatnya untuk mewujudkan ‘Israel Raya’ dan mengubah Timur Tengah, mereka gagal mencapai tujuan operasionalnya, terutama dalam mengendalikan Jalur Gaza dan menghabisi Perlawanan.”
“Yang kita harapkan adalah kelanjutan perjanjian gencatan senjata, agar rakyat Palestina diizinkan untuk membangun kembali dengan dukungan luas, Kita juga berharap agar agresi terhadap Jalur Gaza dihentikan.”
“Israel hanya tunduk pada kekuatan. Oleh karena itu, kesiapan terus-menerus, kewaspadaan tinggi, pemantauan berkelanjutan, dan kesiapan menghadapi segala perkembangan sangat diperlukan.”
Dalam kelanjutan pidatonya, al-Houthi menyoroti berbagai upaya spionase yang dilakukan musuh terhadap Yaman.
“Sel-sel mata-mata musuh terhadap negara kita telah menerima pelatihan intensif dan dilengkapi dengan sarana sensitif dan berbahaya.”
“Di antara sel-sel mata-mata paling berbahaya yang aktif adalah yang berafiliasi dengan organisasi yang bekerja di bidang kemanusiaan, terutama Program Pangan Dunia (WFP) dan UNICEF.”
“Kami memperoleh informasi yang meyakinkan tentang peran mata-mata dari sel-sel yang ditangkap; para antek yang berafiliasi dengan organisasi kemanusiaan.”
“Salah satu kejahatan utama sel-sel mata-mata yang berafiliasi dengan organisasi adalah peran utama mereka dalam memfasilitasi serangan Israel terhadap pertemuan para pejabat Pemerintah.”
“AS dan Israel memandang organisasi kemanusiaan sebagai tameng penting yang melindungi sel-sel tersebut dari penangkapan dan memfasilitasi pergerakan mereka dengan sumber daya dan sarana yang disediakan.”
“Sel-sel organisasi tersebut dilengkapi dengan perangkat dan kemampuan mata-mata yang umumnya digunakan oleh badan intelijen global, dan kami memiliki bukti untuk semua itu.”
“Semua kesalahan diarahkan kepada PBB dan organisasi-organisasi yang, alih-alih mengambil sikap melawan AS dan Israel, telah disusupi dan dimanipulasi terkait personel mereka.”
“Di seluruh dunia, bahkan di negara-negara Barat dan bahkan dalam Piagam PBB, tidak ada ketentuan atau undang-undang yang memperbolehkan anggota organisasi kemanusiaan atau PBB untuk melakukan tindakan spionase, agresif, atau kriminal di negara mana pun.”
“Aturan dengan musuh adalah ‘jika kalian menyerang, kami pun menyerang.’ Kita akan terus bertindak berdasarkan prinsip ini, yakin akan kemenangan dari Allah sebagaimana yang dijanjikan oleh-Nya.”
