Mayor Jenderal Mousavi Tegaskan ‘Kesiapan Level Tertinggi’ Militer Iran
POROS PERLAWANAN — Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri Mousavi menegaskan bahwa kesiapan Militer Iran saat ini berada pada level tertinggi. Ia menyebut kecil kemungkinan musuh akan melakukan kesalahan yang sama setelah menerima pukulan besar dari Iran.
Dalam upacara wisuda mahasiswa Universitas Perwira Angkatan Darat Imam Ali (a.s) pada Senin 20 Oktober, sebagaimana dilaporkan Kayhan, yang dihadiri Panglima Angkatan Darat Mayor Jenderal Amir Hatami, para komandan, dan pejabat tinggi militer lainnya, Mousavi menyampaikan ucapan selamat kepada para lulusan yang disebutnya sebagai “perwira Front Perlawanan dan calon panglima masa depan Angkatan Darat”.
“Periode pendidikan kalian adalah masa yang istimewa. Kalian menyaksikan bagaimana perlawanan yang berlandaskan iman mampu meraih kemenangan melawan para penindas dunia dengan segala kekuatan lahiriahnya,” ujar Mousavi.
Dunia Mengakui Kekuatan Perlawanan
Mousavi menyatakan bahwa dunia kini memandang Iran dengan hormat atas iman, keberanian, dan solidaritasnya. “Saat ini, Palestina menjadi nama yang dicintai dunia, dan Gaza telah berubah menjadi simbol perlawanan serta kemenangan darah atas pedang,” ujarnya.
Ia menilai Operasi Badai Al-Aqsa sebagai titik awal dari berbagai perubahan besar di Kawasan dan dunia. “Operasi ini membuka mata dunia terhadap wajah sejati Amerika dan Rezim Zionis, yang selama bertahun-tahun menampilkan diri sebagai pihak yang benar melalui kerajaan medianya,” katanya. “Kini wajah kriminal, berdarah, dan pembunuh anak mereka telah terbongkar, sementara Palestina yang dulu dilupakan kembali menjadi isu nomor satu dunia.”
Iran Tidak Mencari Perang, tetapi Siap Hadapi Segala Kemungkinan
Mousavi menegaskan posisi Iran dalam menghadapi kemungkinan eskalasi. “Kami tidak mencari perang, tetapi kami siap. Kami memantau setiap pergerakan musuh dengan cermat. Kami memahami aturan penghentian konflik dan tidak berniat melakukan tindakan apa pun saat ini, namun bila terpaksa, tindakan kami akan sangat berbeda,” tegasnya.
Menurutnya, musuh telah merencanakan selama 15 tahun, berlatih, mempersiapkan infiltrasi, dan menunggu waktu yang mereka anggap tepat. “Namun dengan kepemimpinan Pemimpin Tertinggi dan rahmat Tuhan, bangsa yang berpandangan jauh serta Angkatan Bersenjata yang berani ini memberikan tamparan yang tak terlupakan,” ucapnya.
Perang Kognitif dan Peran Media
Mousavi memperingatkan bahwa musuh kini beralih dari perang militer ke perang kognitif, perang yang menargetkan persepsi, keyakinan, dan moral publik. “Mereka berusaha menebus kekalahan di medan perang melalui distorsi, rumor, operasi psikologis, dan produksi narasi palsu,” katanya.
Ia menekankan pentingnya peran media dan kalangan intelektual dalam menghadapi upaya tersebut. “Media dan elite harus melawan distorsi dengan menjelaskan fakta secara tepat dan memberikan pencerahan. Universitas juga harus menghasilkan analisis dan pemikiran baru, karena perang saat ini bukan lagi perang alat dan struktur, tetapi perang makna dan narasi.”
Pesan kepada Generasi Muda
Menutup pidatonya, Mousavi berpesan agar generasi muda Militer Iran terus meningkatkan kapasitas spiritual, ilmiah, dan militer. “Bangsa Iran akan mengatasi tantangan yang dihadapinya sebagaimana telah mengatasi semua rintangan sebelumnya. Saya berpesan kepada kalian untuk memperkuat spiritualitas, ilmu, keterampilan tempur, dan inovasi. Bekali diri dengan pengetahuan modern untuk menang di medan perang masa depan serta pahami seluk-beluk perang kognitif,” ujarnya.
Menurut laporan IRNA, Mousavi juga menyampaikan rasa syukurnya atas kepemimpinan Pemimpin Tertinggi Iran. “Kami bersyukur kepada Tuhan atas keberadaan beliau dan memohon agar bayang-bayang sosok agung ini tetap menaungi orang-orang saleh di dunia,” tutupnya.
