Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Kegilaan di Kabinet Perang Israel, Anak Buah Netanyahu Usulkan ‘Jasad Sinwar Harus Dibakar!’

Kegilaan di Kabinet Perang Israel: Jasad Sinwar Harus Dibakar!

POROS PERLAWANAN – Dalam wawancara dengan situs Kol BaRama pada Senin malam 20 Oktober, Menteri Transportasi Israel, Miriam Regev mengatakan bahwa ia telah mengusulkan kepada Kabinet Keamanan Israel agar jasad Syahid Yahya Sinwar dibakar.

“Dalam rapat kabinet keamanan, saya mengusulkan agar mayat Yahya Sinnwar dibakar, sama seperti AS membakar mayat [Osama] bin Laden, pemimpin al-Qaeda,” ujar anggota Partai Likud pimpinan Benyamin Netanyahu tersebut, diberitakan Fars.

Meskipun demikian, berbeda dengan klaim menteri Israel tersebut, jenazah Bin Laden tidak dibakar setelah tewas dalam operasi khusus oleh pasukan Amerika di Pakistan pada tahun 2011, melainkan dibuang ke laut.

“Tidak ada yang menanggapi usul saya (tentang pembakaran jenazah Sinwar). Tetapi saya yakin beberapa simbol tidak boleh dikembalikan. Karena kami mengenal Timur Tengah dan memahami kondisi wilayah tersebut, saya katakan bahwa saya tidak ingin melihat jenazah Sunwar dikembalikan untuk dikuburkan,” imbuh Regev.

Setahun setelah dimulainya Operasi Badai al-Aqsa dan perang penghancuran Israel terhadap Gaza, Sinwar gugur saat bertempur di kota Rafah di selatan Gaza. Sejak saat itu, Israel telah menahan jenazahnya dan menolak untuk menyerahkannya dalam kerangka perjanjian gencatan senjata.

Pada tanggal 10 Oktober lalu, gencatan senjata antara Hamas dan Israel telah dilaksanakan. Perjanjian ini, yang didasarkan pada usulan Presiden AS, Donald Trump, mencakup penghentian perang, penarikan bertahap pasukan Israel, pertukaran tawanan, dan bantuan segera ke Gaza.

Perjanjian yang rapuh ini, karena diiringi dengan pelanggaran berulang oleh pasukan Rezim Pendudukan, secara lahiriah telah mengakhiri perang yang telah menyebabkan kerusakan luas di Gaza, dengan 68.216 warga Palestina tewas dan 170.361 orang lainnya terluka.

Meskipun ada perjanjian tersebut, Pemerintah Gaza mengumumkan pada hari Minggu bahwa sejak perjanjian tersebut diberlakukan, 97 warga Palestina tewas dan 230 orang terluka, yang disebabkan oleh 80 pelanggaran perjanjian oleh Militer Israel.

Mengenai tahap kedua perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel, Regev mengatakan,”Sampai jenazah sandera terakhir dikirim ke Israel, tahap kedua perjanjian gencatan senjata tidak akan dilaksanakan. Kami memiliki informasi tentang lokasi sebagian besar jenazah, mungkin bahkan lebih dari yang diketahui Hamas.”

Hingga sore hari Senin, Hamas telah menyerahkan 20 tawanan Israel yang masih hidup dan sisa-sisa 14 tawanan dari total 28 orang dalam tahap pertama pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata. Sebagian besar di antaranya adalah warga Israel. Israel menyatakan bahwa 15 orang masih tersisa dan mengeklaim bahwa salah satu jenazah yang diserahkan tidak sesuai dengan identitas tawanan.

Hamas telah mengumumkan bahwa dalam upaya untuk “menutup kasus” dan mengeluarkan jenazah yang tersisa, mereka membutuhkan waktu, peralatan canggih, dan mesin berat.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *