Usai Sekjen PBB, Iran-Rusia-China Surati Dirjen IAEA Soal Berakhirnya Resolusi 2231
POROS PERLAWANAN – Wakil Menlu Urusan Hukum dan Internasional. Kazem Gharibabadi, telah mengirimkan surat bersama para Duta Besar dan perwakilan tetap tiga negara, Rusia, Cina, dan Iran kepada Direktur Jenderal Badan Energi Internasional (IAEA), Rafael Grossi.
“Setelah surat bersama (para wakil tetap di PBB) dari tiga negara Rusia, Cina, dan Iran kepada Sekretaris Jenderal PBB dan Ketua Dewan Keamanan soal pengumuman akhir Resolusi 2231 pada tanggal 18 Oktober, pada hari ini dalam kerangka inisiatif diplomatik Kementerian Luar Negeri, para Duta Besar dan perwakilan tetap tiga negara di IAEA telah mengirimkan surat bersama kepadaDirektur Jenderal IAEA, Rafael Grossi,” kata Gharibabadi, Fars memberitakan.
“Dalam surat ini, dalam konteks tindakan ilegal tiga negara Eropa dalam mengaktifkan Snapback, telah diumumkan bahwa seluruh isi Resolusi 2231 telah berakhir pada tanggal 18 Oktober. Namun, ada satu poin penting lainnya dalam hal ini, yaitu terkait berakhirnya laporan Direktur Jenderal tentang uji kebenaran dan pengawasan dalam kerangka Resolusi 2231 dan pelaksanaan JCPOA.”
“Dalam hal ini, dalam surat tersebut dinyatakan: ‘Uji kebenaran dan pengawasan di Iran dalam kerangka Resolusi 2231 dan pelaksanaan JCPOA telah ditetapkan di IAEA berdasarkan resolusi bertanggal 15 Desember 2015 oleh Dewan Gubernur. Pasal 14 pelaksanaan perjanjian ini, tanpa syarat dan ketentuan, menyatakan bahwa Dewan Gubernur akan memutuskan untuk menjadikan masalah ini dalam agenda kerjanya selama 10 tahun, atau sampai tanggal ketika Direktur Jenderal IAEA menerbitkan laporan yang lebih lengkap tentang Iran, mana pun dari keduanya yang lebih cepat terjadi. Oleh karena itu, item terkait dalam agenda IAEA akan secara otomatis dihapus pada tanggal 18 Oktober dan tidak diperlukan tindakan lain dalam hal ini.”
Sebelum ini, Amirsaeed Iravani (Duta Besar dan Perwakilan Tetap Republik Islam Iran), Dimitri Poliansky, (Duta Besar dan Wakil Sementara Rusia di PBB), dan Fu Cong (Duta Besar dan Wakil Tetap China di PBB) pada tanggal 17 Oktober silam menulis surat kepada Sekretaris Jenderal PBB dan Ketua Dewan Keamanan PBB mengenai berakhirnya Resolusi 2231.
Dalam surat tersebut disebutkan: “Dalam kerangka ini, kami menegaskan bahwa berdasarkan pasal 8 dari Resolusi 2231, seluruh isi resolusi tersebut telah berakhir usai 18 Oktober 2025. Kami juga menegaskan bahwa penyelesaian penuh dan tepat waktu Resolusi 2231 sama dengan berakhirnya pembahasan isu nuklir Iran di Dewan Keamanan; hal yang akan memperkuat otoritas Dewan Keamanan dan kredibilitas diplomasi multilateral.”
