Legislator Lebanon: Pemerintah Mesti Respons Tegas Pelanggaran Kesepakatan dan Agresi Bertubi-tubi Israel
POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, anggota Fraksi al-Wafa di Parlemen Lebanon (yang berafiliasi kepada Hizbullah), Hassan Izzuddin pada Kamis 6 November menyatakan, agresi Israel terhadap selatan Lebanon telah menargetkan rumah-rumah warga sipil, dan menambahkan bahwa eskalasi ini memerlukan tanggapan resmi dari negara Lebanon.
Berbicara kepada Al Mayadeen, Ezzeddine mengatakan bahwa Amerika Serikat adalah kekuatan utama di balik skenario yang dilakukan oleh militer Israel di wilayah tersebut.
Dia menekankan bahwa eskalasi signifikan pada Kamis menempatkan Pemerintah Lebanon, kepresidenan, dan lembaga negara di hadapan tanggung jawab mereka. Izzuddin mendesak persatuan dan sikap nasional yang tegas untuk mencegah agresi lebih lanjut.
Izzuddin menekankan bahwa serangan Israel tidak membeda-bedakan antara warga Lebanon, karena seluruh Lebanon menjadi sasaran dalam kerangka proyek ekspansionis yang lebih luas.
Dia menegaskan hak mutlak Lebanon untuk mempertahankan rakyatnya, wilayahnya, dan kedaulatannya; hak yang, tegas legislator Syiah itu, tidak memerlukan izin dari pihak eksternal mana pun.
Sebelumnya pada hari yang sama, tentara Pendudukan Israel melancarkan serangkaian serangan udara terhadap beberapa kota dan desa di selatan Lebanon, termasuk Taybeh, Aita al-Jabal, Tair Debba, Zottar al-Sharqiyah, dan Kfardounin.
Serangan sebelumnya di kota Tura menewaskan satu orang dan melukai tiga orang lainnya. Pinggiran al-Abbassiyeh juga menjadi sasaran.
Koresponden Al Mayadeen melaporkan bahwa tentara Israel juga melepaskan tembakan senapan mesin dari situs Miskav Am ke arah kota-kota Lebanon terdekat.
Gencatan senjata Israel dengan Lebanon secara resmi berlaku pada 27 November 2024. Sejak itu, pasukan Pendudukan Israel telah melanggar kesepakatan tersebut lebih dari 3.000 kali.
