Muqtada al-Sadr Bersikeras Menentang Pemilu Irak
POROS PERLAWANAN — Sikap oposisi politik Pemimpin Gerakan Sadr, Muqtada al-Sadr, kembali terlihat dalam putaran keenam pemilihan umum Irak yang digelar pada Minggu, 9 November.
Menurut laporan wartawan IRNA dari Baghdad, pada Minggu 9 November, Muqtada al-Sadr, pada hari yang sama dengan dimulainya pemungutan suara khusus, menerbitkan dua tagar di media sosial: #PemboikotPemilu dan #SelamatkanIrak.
Melalui tagar tersebut, ia menyerukan kepada pasukan keamanan dan Militer Irak yang merupakan kelompok pemilih terbesar dalam pemungutan suara khusus putaran keenam pemilihan parlemen, untuk menunaikan tanggung jawab moral mereka dengan tidak berpartisipasi dalam Pemilu.
Mengutip pepatah “menguji yang berpengalaman adalah kesalahan”, Sadr menegaskan bahwa memilih kembali figur-figur lama berarti memperkuat akar korupsi di negara itu.
Ia menjelaskan pendekatan politiknya sebagai upaya menggantikan tokoh-tokoh korup dengan mereka yang jujur dan kompeten. Sadr menambahkan bahwa memilih orang yang sebelumnya gagal menjalankan tanggung jawabnya sama saja dengan melanggengkan korupsi dan membiarkan pengaruhnya meresap ke seluruh aspek sistem politik Irak.
Pemimpin Gerakan Sadrist itu sebelumnya telah menarik diri dari partisipasi dalam Pemilu. Para pendukungnya di wilayah-wilayah dengan basis massa besar pun melancarkan kampanye untuk mendorong masyarakat agar tidak ikut serta dalam proses pemungutan suara.
Putaran pertama pemungutan suara, dikenal sebagai pemungutan suara khusus telah dimulai pada Sabtu pagi bagi anggota Militer dan pasukan keamanan, pengungsi di kamp, pasien rumah sakit, serta tahanan. Laporan-laporan awal menunjukkan tingkat partisipasi yang cukup tinggi dalam tahap pertama pemungutan suara tersebut.
Pejabat keamanan dan Komisi Pemilihan Umum Independen Irak melaporkan bahwa sejauh ini proses pemungutan suara berlangsung transparan, aman, dan tanpa gangguan berarti.
Putaran kedua sekaligus terakhir pemungutan suara dalam pemilihan parlemen keenam Irak dijadwalkan berlangsung pada Senin 10 November, dengan lebih dari 21 juta pemilih terdaftar yang telah memperbarui dokumen mereka di Komisi Pemilihan Umum Independen diperkirakan akan berpartisipasi.
