Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Gempa Keamanan di Tel Aviv: Mossad Goyang di Tengah Tekanan Operasi Intelijen Iran dan Gonjang-Ganjing Internal

Israel Gunakan Basis Mossad di Arbil Rekrut Tim Peneror Panglima al-Hashd al-Shaabi dan Ilmuwan Nuklir Iran

POROS PERLAWANAN – Krisis keamanan di Wilayah Pendudukan memasuki babak yang kian genting. Setelah gejolak besar di tubuh Shin Bet, Mossad turut terseret ke dalam ketidakstabilan mendalam akibat serangkaian kegagalan intelijen terkait Iran dan Poros Perlawanan. Media Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri Benyamin Netanyahu kini terlibat langsung dalam penataan ulang struktur keamanan rezim tersebut.

Mengutip laporan media Zionis yang disiarkan Kayhan pada Senin 17 November, tekanan internal di lembaga-lembaga intelijen Israel semakin memuncak. Seorang koresponden KAN mengungkapkan bahwa setelah perubahan besar yang mengguncang Shin Bet, Mossad kini berada pada titik rawan dan “praktis akan tanpa Direktur hingga tahun depan”. Situasi ini digambarkan berbarengan dengan langkah Netanyahu untuk memperluas kendalinya atas Mossad. Setelah berakhirnya masa jabatan David Barnia, posisi Direktur diperkirakan akan tetap kosong hingga tahun mendatang.

Para analis Zionis memandang dinamika ini sebagai konsekuensi langsung dari rangkaian kegagalan intelijen Israel dalam menghadapi Iran dan Poros Perlawanan. Guncangan tersebut sebelumnya telah menyebabkan pencopotan Kepala Shin Bet dan kemudian Kepala Mossad—sebuah rangkaian peristiwa yang oleh media Israel disebut sebagai kondisi “belum pernah terjadi sebelumnya”.

Pengakuan Langka dari Pejabat Media Zionis: Strategi 35 Tahun Runtuh dalam 12 Hari

Setelah kegagalan intelijen dan militer Rezim Zionis dalam Perang 12 Hari pada Juni–Juli tahun ini, Jurnalis senior Zionis dan mantan Juru Bicara berbahasa Persia Rezim tersebut, Ben Sabti mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa kerangka strategi Israel mengalami keruntuhan yang jauh lebih besar daripada yang diakui publik.

Ia menegaskan bahwa “Rezim Zionis dan sekutunya telah menyusun rencana ini selama 35 tahun”, namun seluruh proyek itu runtuh hanya dalam 12 hari ketika Iran terlibat konfrontasi langsung dengan blok Zionis–Barat. Para analis menilai pengakuan ini sebagai indikasi bahwa intensitas serangan intelijen Iran jauh melampaui perkiraan sebelumnya dan kini menempatkan struktur keamanan Tel Aviv dalam krisis terdalamnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *