Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Harvard Serius Bahas Era ‘Setelah Runtuhnya Israel’

POROS PERLAWANAN – Wacana mengenai “kejatuhan Israel” tidak lagi hanya berkembang di kalangan penentang Rezim Zionis. Universitas Harvard kini turut mempertimbangkan kemungkinan tersebut dan bahkan membahas skenario tentang apa yang harus dilakukan pada “hari setelah” Rezim itu tumbang.

Mengutip laporan Kayhan pada Senin 17 November, rezim yang kehilangan legitimasi pada akhirnya akan runtuh, betapapun kuat dukungan eksternal yang dimilikinya. Dalam tiga tahun terakhir, Rezim Zionis telah memperlihatkan watak represifnya secara telanjang, hingga membuat sebagian besar kelompok skeptis pun mengakui kemerosotannya.

Presiden Donald Trump, salah satu pendukung paling berpengaruh Rezim tersebut, baru-baru ini menegaskan bahwa di Amerika, kritik terhadap Israel dahulu identik dengan akhir karier politik. Akan tetapi, hari ini situasinya berbalik, justru mereka yang mendukung Israel menghadapi penolakan publik yang semakin luas. Pergeseran opini ini menjadi salah satu faktor yang mendorong Harvard menaruh perhatian serius pada kemungkinan berubahnya sikap politik Kawasan tersebut.

Menurut laporan Fars, yang mengutip Haaretz, Harvard tengah menyusun arsip raksasa berisi dokumen serta materi budaya terkait Israel, dengan tujuan melestarikannya apabila terjadi “perubahan mendasar” atau bahkan “keruntuhan” Rezim tersebut. Arsip itu diperkirakan memuat sekitar satu juta item, mulai dari buku, publikasi umum, rekaman radio–televisi, hingga dokumentasi terkait budaya kaum pemukim. Pihak universitas menggambarkan upaya ini sebagai penciptaan “cadangan budaya” untuk menghadapi kemungkinan perubahan drastis di Kawasan.

Palestina di Jantung Sepak Bola Spanyol

Berbarengan dengan itu, dukungan terhadap Palestina terus mengalir dari dunia olahraga Eropa, khususnya Spanyol. Beredar gambar-gambar para pemain, penonton, hingga wasit yang menyuarakan solidaritas terhadap rakyat Palestina dan warga Gaza. Dalam laga antara Tim Nasional Palestina dan tim Basque, stadion dipenuhi kibaran bendera Palestina. Sejumlah pemain juga mengangkat plakat yang mengecam tindakan genosida di Gaza.

Sementara itu, di Wilayah Pendudukan, situasi domestik Israel kembali memanas. Kaum Zionis turun ke jalan menuntut pertanggungjawaban Benyamin Netanyahu dan para pemimpin Rezim atas “kegagalan mencegah peristiwa 7 Oktober”. Mengacu pada saluran Telegram Pusat Informasi Palestina yang mengutip Haaretz, demonstrasi berlangsung di berbagai titik, termasuk di Tel Aviv, dengan seruan agar investigasi resmi segera dibentuk. Aksi terbesar digelar di Lapangan Al-Mansah yang diprakarsai kelompok oposisi “Dewan Oktober” dengan para peserta membawa plakat bertuliskan: “Dua tahun perang dan belum ada investigasi atas hari terkutuk itu”.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *