Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Tanggapi Tegas Tuduhan Perwakilan Israel dan Yaman di Sidang IMO

POROS PERLAWANAN — Misi Tetap Republik Islam Iran untuk Organisasi Maritim Internasional (IMO) menolak keras tuduhan tidak berdasar yang dilontarkan perwakilan Israel dan Yaman dalam sesi ke-34 Organisasi tersebut. Dalam catatan resmi kepada Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, Iran menegaskan bahwa tuduhan tersebut merupakan upaya politisasi yang merusak sifat teknis dan netral IMO sebagai Badan Khusus BB.

Menurut IRNA pada Rabu 3 Desember, Iran menyatakan bahwa Rezim Israel terus menyalahgunakan IMO untuk kepentingan bermusuhan, bagian dari pola lebih luas untuk mengikis hukum internasional dan destabilisasi mekanisme multilateral. Delegasi Iran menggambarkan tuduhan tersebut sebagai provokatif dan dirancang untuk mengalihkan perhatian dari catatan pelanggaran maritim Israel sendiri, termasuk penghentian dan penyitaan konvoi bantuan internasional menuju Gaza yang berlayar di luar perairan teritorial.

Catatan Iran mengingatkan bahwa tindakan Angkatan Laut Israel yang menghentikan kapal bantuan, menahan warga sipil di atas kapal, serta menghambat pengiriman kebutuhan vital ke Gaza, telah didokumentasikan media internasional dan organisasi kemanusiaan, serta menimbulkan pertanyaan serius dalam kerangka hukum humaniter internasional.

Delegasi Iran juga menyinggung serangan militer Israel terhadap wilayah Republik Islam pada Juni lalu, menilainya sebagai pelanggaran nyata terhadap Pasal 2(4) Piagam PBB dan ancaman serius bagi stabilitas regional. Iran menegaskan bahwa “rezim yang secara terbuka melanggar integritas teritorial negara berdaulat tidak memiliki kedudukan moral atau hukum untuk mengomentari keamanan maritim pihak lain”.

Catatan tersebut turut merujuk pada pembunuhan puluhan ribu warga sipil di Gaza dan blokade terhadap kebutuhan esensial yang menurut laporan PBB dan pakar independen memenuhi unsur kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida. Iran menekankan bahwa rezim yang terlibat dalam kejahatan tersebut tidak dapat secara kredibel berbicara mengenai stabilitas atau kepatuhan maritim.

Dalam dokumen terpisah, Iran juga menolak tuduhan perwakilan Yaman yang menyinggung dugaan intervensi militer Iran dalam konflik Yaman. Teheran menegaskan bahwa tidak ada bukti kredibel yang mendukung klaim tersebut dan bahwa kebijakan Iran konsisten pada prinsip kedaulatan, integritas teritorial, dan non-intervensi, sekaligus mendukung penyelesaian damai melalui dialog.

Pada penutup kedua nota, Iran menegaskan kepatuhan penuhnya terhadap konvensi dan standar IMO, termasuk SOLAS, MARPOL, STCW, SAR, dan ISPS Code, serta hukum domestik terkait. Iran menekankan bahwa isu pendaftaran kapal, kepatuhan, dan perilaku maritim harus ditangani melalui prosedur teknis IMO, bukan melalui tuduhan politis yang melemahkan misi Organisasi dan merugikan kepentingan kolektif negara anggota.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *