Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Laporan Inspektur Jenderal: Struktur Militer Israel Gagal Lindungi Lokasi Strategis dalam Perang 12 Hari dengan Iran

POROS PERLAWANAN — Inspektur Jenderal Israel menyimpulkan bahwa struktur Militer dan Keamanan Rezim Israel gagal melindungi sejumlah lokasi strategis dan instalasi vital selama Perang 12 Hari dengan Iran. Temuan ini dikutip IRNA dari laporan Jerusalem Post, pada Rabu 3 Desember.

Dalam laporan terbarunya yang sebagian besar dirahasiakan, Inspektur Jenderal Matanyahu Engelman menegaskan bahwa berbagai titik strategis tetap rentan terhadap serangan balistik Iran, meskipun peringatan mengenai kelemahan perlindungan fisik sudah berulang kali disampaikan sejak lebih dari satu dekade lalu. Serangan Iran disebut berhasil mengenai fasilitas penting seperti kilang minyak Haifa-Bazan dan Institut Penelitian Weizmann.

Engelman menuduh Kementerian Perang, Militer, dan Dewan Keamanan Dalam Negeri gagal memenuhi tanggung jawab menyediakan pertahanan fisik yang memadai terhadap infrastruktur kritis. Ia mengingatkan bahwa isu pengabaian perlindungan ini sudah diangkat pertama kali pada 2011 dan ditegaskan kembali secara rinci dalam laporan kantor Inspektur pada 2020, namun langkah-langkah perbaikan yang dibutuhkan tetap tidak dijalankan.

Menurut Yedioth Aharonot, laporan tersebut juga menyoroti kelemahan sistem keamanan di wilayah perkotaan, khususnya area yang berdekatan dengan permukiman Arab. Lemahnya koordinasi antarorganisasi penyelamat disebut menghadirkan risiko signifikan bagi sistem transportasi di kawasan sensitif seperti Gush Dan.

Pada sektor penerbangan, Engelman mengungkapkan kerentanan serius di Bandara Ramon, yang sebelumnya rusak parah oleh serangan pesawat nirawak Yaman. Ia menilai kesiapsiagaan bandara menghadapi insiden mass-casualty masih jauh dari memadai.

Di bagian penutup, laporan menegaskan bahwa meskipun Israel telah menerima berbagai peringatan sebelum perang, instalasi vital rezim tersebut tetap tidak terlindungi dengan baik dari ancaman rudal.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *