Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Trump: Operasi Darat di Venezuela akan Segera Dilakukan

POROS PERLAWANAN — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan dalam pidatonya bahwa operasi darat Militer AS terhadap apa yang ia sebut sebagai “kartel narkoba di tanah Venezuela” akan segera dimulai.

Menurut laporan CNN pada Minggu 7 Desember, dalam beberapa bulan terakhir Donald Trump berulang kali menyalahkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro atas gelombang imigrasi serta perdagangan narkoba, dan mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Caracas. Bulan lalu, di Ruang Oval, Trump mengeklaim: “Mereka mengirim ratusan ribu tahanan ke Amerika Serikat.”

Sementara Militer AS terus melancarkan operasi laut terhadap kapal-kapal yang dicurigai melakukan penyelundupan narkoba, Trump kini memperingatkan bahwa operasi darat terhadap kartel narkoba di wilayah Venezuela akan segera dimulai.

Menurut penelitian Niskanen Center, potensi serangan AS dapat memicu pengusiran tiga hingga empat juta imigran Venezuela dari AS.

Ketegangan antara Washington dan Caracas semakin meningkat, terutama setelah pengerahan lebih dari 15.000 tentara Amerika ke kawasan tersebut dan absennya jalur diplomatik yang terlihat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran baru terkait krisis pengungsi serta potensi deportasi massal.

Trump Membela Serangan di Karibia dan Mengancam Venezuela

Menurut IRNA, Trump juga berbicara mengenai perang Ukraina dan gencatan senjata Gaza, sembari membela operasi Militer AS yang kontroversial terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di Laut Karibia. Dalam pernyataannya, ia kembali mengancam Venezuela dengan menyatakan bahwa operasi darat “akan segera dimulai”.

Berbicara kepada wartawan pada Rabu malam, Trump mengeklaim bahwa operasi maritim tersebut telah “menyelamatkan ribuan nyawa warga Amerika”, meskipun seruan untuk membuka rekaman penggerebekan militer terus meningkat, terutama terkait insiden 2 September yang memicu tuduhan bahwa korban selamat dari sebuah kapal, justru tewas akibat tindakan Militer AS.

Ketika ditanya mengapa Pemerintah merilis rekaman serangan pertama tetapi tidak merilis rekaman serangan kedua, Trump menjawab: “Saya tidak tahu apa masalahnya, tapi apa pun itu, rekamannya pasti akan dirilis. Tidak masalah.”

Desakan Senat untuk Transparansi

Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer, kembali menuntut rilis lengkap rekaman penggerebekan 2 September terhadap kapal yang diduga membawa narkoba milik Venezuela. Ia memperingatkan bahwa kurangnya transparansi dapat menciptakan risiko hukum bagi Militer AS serta merusak kepercayaan publik.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *