Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Slovenia Sebut Netanyahu dan Dua Menteri Ekstremis Israel sebagai ‘Elemen Tidak Diinginkan’

POROS PERLAWANAN — Wakil Menteri Luar Negeri Slovenia, Simona Lascar menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu, Menteri Keamanan Dalam Negeri Itamar Ben-Gvir, dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dikategorikan sebagai “elemen tidak diinginkan” dan tidak diperbolehkan memasuki Slovenia.

Menurut laporan IRNA pada Minggu 7 Desember, mengutip Al Jazeera, Lascar menegaskan dukungan negaranya terhadap Solusi Dua Negara dan menyatakan bahwa “bangsa Palestina memiliki hak untuk menentukan nasib mereka sendiri”.

Lascar menambahkan bahwa Slovenia sangat prihatin atas pelanggaran gencatan senjata di Gaza serta terhambatnya penyampaian bantuan kemanusiaan.

Ia menegaskan kembali bahwa Netanyahu, Ben-Gvir, dan Smotrich dianggap sebagai “figur yang tidak diinginkan” di Slovenia dan dilarang memasuki negara tersebut.

Larangan Masuk Sebelumnya

Pada 23 Oktober lalu, Slovenia sudah lebih dulu melarang masuknya Benyamin Netanyahu atas tuduhan keterlibatannya dalam kejahatan perang di Gaza.

Sebelum itu, pada Mei/Juni 2024, Pemerintah Slovenia juga telah memberlakukan larangan masuk bagi Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich.

Kecaman Global terhadap Kebijakan Israel di Gaza

Kejahatan Rezim Zionis di Gaza dan tersebarnya gambar kondisi kelaparan secara luas telah memicu gelombang kemarahan global terhadap Israel.

Dua tahun setelah perang Gaza, opini publik Eropa menunjukkan tingkat penolakan yang tinggi terhadap kebijakan Israel.

Pada awal Juli, sebuah jajak pendapat oleh Pusat Penelitian Opini Publik Denmark menunjukkan bahwa 57% responden menilai respons Israel terhadap Hamas “berlebihan dan terlampau keras”.

Pusat penelitian itu juga melaporkan bahwa kritik telah meluas dari ranah diplomatik ke ranah budaya, termasuk kecaman publik di Festival Musik Roskilde yang terkenal.

Di Norwegia, 47% warga mendukung pemboikotan Israel, sementara 31% menilai Pemerintah mereka tidak mengambil langkah cukup dalam mendukung Palestina.

Selain itu, pada 25 Agustus, situs Mediapart Prancis memberitakan kesulitan yang dihadapi wisatawan Israel di Yunani, meskipun Yunani selama ini merupakan sekutu terdekat Israel di Uni Eropa sekaligus salah satu tujuan favorit wisatawan Israel.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *