Pemukiman-pemukiman Zionis Dekat Lebanon Masih Dihantui Dampak Serangan Hizbullah
POROS PERLAWANAN – Pada hari Senin 22 Desember, surat kabar Zionis, Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa untuk minggu kedua berturut-turut, para pemukim Zionis telah berdemonstrasi di Kiryat Shmona.
Menurut laporan Fars, dengan mengacu pada situasi ekonomi yang parah di kalangan Zionis di wilayah ini, Yedioth Ahronoth menekankan bahwa para demonstran di Kiryat Shmona mendesak Pemerintahan Benyamin Netanyahu untuk memerhatikan mereka, serta menyatakan wilayah tersebut sebagai daerah bencana yang membutuhkan dukungan dan bantuan segera.
Sejak Oktober 2023, ketika perang destruktif Gaza dimulai dan dengan cepat menyebar ke perbatasan utara dengan Lebanon, ekonomi Israel telah memasuki periode krisis yang dalam.
Perang dua tahun ini, yang ditandai dengan serangan militer besar-besaran, pengeboman terus-menerus, dan ketegangan regional, tidak hanya menelan ribuan nyawa, tetapi juga mengguncang fondasi ekonomi rezim.
Perang yang diluncurkan Tel Aviv untuk memulihkan daya prevensinya telah mendefinisikan ulang Rezim Zionis sebagai “pemerintahan pembangkang”; negara yang melanggar hukum internasional dan kini terancam oleh alat yang selalu digunakannya untuk mengancam negara lain, yaitu ekonomi.
Menurut laporan resmi Bank Israel, biaya langsung perang diperkirakan melebihi $68 miliar pada November 2025, setara dengan sekitar 12 persen dari PDB Rezim.
Tentu saja, angka ini hanyalah puncak gunung es. Dampak tidak langsung seperti penurunan investasi, eksodus tenaga kerja terampil, dan gangguan rantai pasokan, telah mendorong ekonomi Israel menuju resesi yang berkepanjangan.
Menurut Yedioth Ahronoth, Kiryat Shmona tidak terkecuali dari krisis di atas. Kota ini menghadapi situasi ekonomi yang sangat parah, dengan hanya setengah dari bisnisnya yang telah kembali beroperasi.
Yedioth Ahronoth menyebutkan, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kota tersebut hanya memperoleh 60 persen dari pendapatan praperang mereka, akibat kegagalan lebih dari 10.000 pemukim untuk kembali, meskipun telah ada gencatan senjata dengan Hizbullah.
Kiryat Shmona adalah kota di wilayah utara Wilayah Palestina yang Diduduki. Populasinya lebih dari 22.000 jiwa. Lokasinya menjadikan Kiryat Shmona sebagai pusat wisata penting.
Kota ini didirikan pada tahun 1949 di lokasi desa Palestina yang hancur, Khalisa. Kiryat Shmona juga terletak berdekatan dengan perbatasan Lebanon yang hanya berjarak 4 kilometer.
