Bentrokan Bersenjata di Suriah Utara, Konflik antara Elemen Pro-AS dan Rezim Jolani Berlanjut
POROS PERLAWANAN — Bentrokan bersenjata kembali terjadi di Suriah. Menurut laporan Al-Mayadeen pada Selasa 23 Desember, sumber-sumber lokal di Aleppo menyatakan bahwa konflik pecah antara elemen yang berafiliasi dengan Rezim Jolani dan Kementerian Pertahanan Rezim tersebut, dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat di poros Deir Hafez, wilayah timur kota Aleppo.
Sumber tersebut menyebutkan bahwa sebelumnya elemen SDF telah memindahkan peralatan militer dari wilayah Tabqa menuju Deir Hafez, dekat pos pemeriksaan militer. Pergerakan ini diduga menjadi salah satu pemicu meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Wilayah utara dan timur Suriah memang telah berbulan-bulan menjadi arena bentrokan berulang antara elemen Rezim Jolani dan SDF. Berbagai perjanjian gencatan senjata yang sempat diumumkan sejauh ini gagal menghentikan konflik bersenjata di lapangan, menandakan rapuhnya mekanisme de-eskalasi yang ada.
Bentrokan ini berlangsung di tengah dinamika diplomatik regional. Pada Senin 22 Desember, delegasi tingkat tinggi Turki, terdiri dari menteri luar negeri, menteri pertahanan, dan kepala intelijen melakukan kunjungan ke Damaskus untuk membahas rencana integrasi Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Kunjungan tersebut diklaim sebagai bagian dari upaya bersama pejabat Suriah, Kurdi, dan Amerika Serikat untuk menunjukkan kemajuan dalam kesepakatan politik dan keamanan. Namun demikian, Ankara menuduh pasukan Kurdi Suriah sengaja menunda proses tersebut hingga melewati tenggat waktu akhir tahun.
Sementara itu, perkembangan militer lain juga dilaporkan. Menurut ISNA, sebuah pesawat kargo militer milik koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat mendarat di Pangkalan Al-Shaddadi, selatan Hasakah, dengan membawa peralatan logistik dan militer. Surat kabar Al-Akhbar melaporkan bahwa penerbangan tersebut dikawal helikopter militer koalisi guna menjamin keamanan operasi.
Pangkalan Al-Shaddadi memiliki peran strategis sebagai pusat dukungan logistik dan militer bagi pasukan AS di Suriah utara dan timur. Aktivitas ini dinilai sebagai bagian dari dukungan berkelanjutan koalisi internasional terhadap operasi militernya di wilayah tersebut.
Pada saat yang sama, operasi keamanan Amerika Serikat terhadap elemen ISIS masih berlangsung di berbagai wilayah Suriah. Operasi pendaratan dan penyisiran juga dilaporkan terjadi di kota Ma’dan, bekerja sama dengan SDF. Berdasarkan informasi intelijen, operasi tersebut menargetkan pertemuan anggota ISIS, yang mengakibatkan dua orang tewas dan sepuluh lainnya ditangkap.
