Sheikh Al-Azhar: Apa yang Terjadi di Gaza Bukan Perang, Melainkan Genosida Skala Penuh
POROS PERLAWANAN — Sheikh Al-Azhar Mesir, Ahmed al-Tayeb menegaskan bahwa peristiwa yang berlangsung di Jalur Gaza tidak dapat disebut sebagai “perang”, melainkan merupakan “genosida skala penuh”. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato terbarunya yang menyoroti dimensi moral dan kemanusiaan dari krisis Palestina.
Menurut IRNA pada Selasa 23 Desember, Al-Tayeb menolak istilah-istilah yang lazim digunakan dalam pemberitaan media, seraya menekankan bahwa tingkat kekerasan dan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan di Gaza telah melampaui batas konflik bersenjata konvensional.
Ia menyatakan bahwa situasi di Palestina tidak lagi menyisakan ruang untuk sikap netral atau diam. Menurutnya, skala agresi dan penumpahan darah warga sipil telah mencapai titik di mana netralitas tidak dapat dibenarkan secara moral.
Mengutip Pusat Informasi Palestina, Al-Tayeb juga menekankan tanggung jawab komunitas internasional. Ia menyebut bahwa setiap individu dan pemerintah kini dihadapkan pada pilihan yang jelas: mengambil sikap tegas menentang kejahatan tersebut atau, dengan tetap diam, dianggap turut berkontribusi terhadap tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung.
Dalam penutup pidatonya, Sheikh Al-Azhar menegaskan bahwa apa yang terjadi di Gaza adalah tindakan genosida yang dilakukan oleh kekuatan militer bersenjata lengkap terhadap penduduk sipil yang tidak berdaya.
